Pakar Pendidikan: Unjuk Rasa Pelajar di Padang Bukti Lemahnya Kepemimpinan

Ratusan siswa SMAN 5 Padang melakukan aksi demo usai upacara bendera, Senin, 11 Maret 2019
Ratusan siswa SMAN 5 Padang melakukan aksi demo usai upacara bendera, Senin, 11 Maret 2019 (KLIKPOSITIF/Halbert Chaniago )

PADANG, KLIKPOSITIF - Pakar Pendidikan dari Universitas Negeri Padang (UNP), Syufiarma Marsidin, menilai  unjukrasa pelajar di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 5 Padang sebagai bentuk tidak ditemukannya jalan penyelesaian suatu masalah dari tuntutan mereka. Sehingga demo menjadi solusi untuk menyampaikan pendapat."

"Pada sisi lain aksi unjukrasa yang dilakukan para pelajar ini menunjukkan sekolah membutuhkan kepemimpinan yang baik. Kepemimpinan yang baik ini didasarkan pada pengaruh, bukan pada prinsip kekuatan atau kekuasaan," ujarnya, Rabu, 13 Maret 2019.

Menurutnya pemimpin di sekolah sama halnya dengan pemimpin umat. Dalam artian kepala sekolah bisa menggerakkan potensi sekolahnya. Jika sudah memiliki potensi itu artinya dia tidak perlu menggunakan kekerasan fisik dalam mendidik peserta didiknya.

Baca Juga

"Jadi unjukrasa pelajar ini harus diperhatikan dari mana asal faktor penyebabnya. Bisa saja siswa demo secara murni karena ada masalah yang tidak bisa dipecahkan. Maka mereka (siswa) berpikir akan ada solusi dari tuntutan demo, dengan penggantian kepala sekolah," tutur Syufiarma.

Oleh karena itu, Syufiarma menyarankan, kepala sekolah harus mampu menciptakan rekonsiliasi. Karena, sempat ada konflik dalam sekolah. Suasana kondusif harus diciptakan, sebab pembelajaran bisa berjalan lancar jika suasana sudah kondusif.

"Tugas dan wewenang kepala sekolah selama ini sudah ada regulasinya. Jadi meskipun sejak ditangani Pemprov Sumbar sekolah memiliki kewenangan sepenuhnya untuk manajemen," ucap Syufiarma.

Syufiarma menambahkan, kepala sekolah harusnya mentaati berbagai aturan seperti pungutan yang bersifat sumbangan bukan tarikan. Sebab, posisi anggaran pendidikan saat ini tidak banyak. Maka kepala sekolah mendapat tekanan untuk memenuhi pembiayaan sekolah sehingga melanggar aturan.

"Jadi kepala sekolah memang harus mampu memenuhi pekerjaan meskipun dibawah tekanan," tukasnya.

Sebelumnya, ratusan pelajar SMAN 5 Padang menggelar aksi mogok belajar . Mereka menuntut Kepsek sekolah tersebut segera mundur dari jabatannya. Aksi demontrasi tak biasa itu terjadi usai pelaksanaan Upacara Bendera, sekitar pukul 08.00 WIB, Senin (11/3).

Menurut siswa, aksi tersebut adalah bentuk protes atas kelakukan Kepsek yang dianggap telah merusak citra sekolah. Bahkan, seluruh siswa kompak meminta Kepsek SMAN 5 Padang Yenni Putri segera mundur. (*)

Baca Juga

Penulis: Joni Abdul Kasir

Video Terbaru

Kakek yang Viral Beli Obat dengan Uang Mainan Akan Segera Umrah

YouTube channel KlikPositif.com