BKKBN Gelar Sosialisasi di Lubuk Basung, Komisi IX DPR: Dua Anak Cukup Mampu Wujudkan Bonus Demografi di Indonesia

()

AGAM , KLIKPOSITIF - Anggota Komisi IX DPR RI Muhammad Iqbal menyampaikan bahwa program dua anak cukup yang telah digulirkan BKKBN sejak era Orde Baru, merupakan salah satu program yang cukup berhasil dalam mengendalikan jumlah penduduk di Indonesia.

Bahkan melalui program tersebut, Pemerintah Indonesia mendapat penghargaan internasional. Namun sayangnya, sejak era Reformasi, program dua anak cukup itu mulai agak redup, karena keadaan politik Indonesia dan krisis moneter ketika reformasi, membuat program dua anak cukup tidak berjalan maksimal.

baca juga: Displin Ketat Kunci Pemberlakuan 'New Normal'

"Sekarang masa reformasi itu sudah dua dekade kita lewati, dan program dua anak cukup itu kembali berlanjut setelah era reformasi hingga sekarang ini. Bahkan BKKBN , terus gencar mensosialisasikan program tersebut kepada masyarakat," kata Iqbal saat Sosialisasi Advokasi dan KIE Program Bersama Mitra Kerja di Nagari Manggopoh, Kecamatan Lubuk Basung, Agam , Senin, 11 Maret 2019.

Baca: Tingkatkan SDM Sejak Dini, Komisi IX DPR RI Ajak Masyarakat Agam Manfaatkan Bonus Demografi

baca juga: Objek Wisata di Agam Tutup Selama Libur Lebaran, Pelaku Wisata Konsisten Jalankan PSBB

Sosialisasi Advokasi dan KIE Program Bersama Mitra Kerja dengan tema 'keluarga berencana untuk ketehanan ekonomi keluarga' itu dihadiri oleh SKPD terkait di lingkungan Kabupaten Agam , perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Barat, serta ratusan masyarakat Lubuk Basung.

Kemudian pada acara sosialisasi tersebut, juga ada kegiatan bagi-bagi dooprize dengan hadiah utama sepeda, serta sejumlah hadiah menarik lainnya berupa seterika, dispenser, magic com, dan kompor gas. Di samping itu, juga ada pertunjukan hiburan berupa orgen tunggal.

baca juga: Sulit Hidup Berdamai dengan Corona, Lebih Jahat dari Terorisme

Lebih lanjut Iqbal menyampaikan bahwa dua anak cukup, tidak hanya dapat mengendalikan jumlah penduduk, tapi juga dapat meningkatkan sumber daya manusia, karena dengan dua anak cukup, para orang tua akan lebih maksimal
memberikan yang terbaik untuk masa depan anaknya.

"Selain itu, program dua anak cukup ini juga berkontribusi dalam meningkatkan sumber daya manusia menuju bonus demografi yang diperkirakan bakal diraih pada rentang tahun 2025-2030 mendatang," ujarnya.

baca juga: Pemuda Tiku Positif Corona, Ini Rincian 58 Orang yang Kontak

Bonus demografi, merupakan kondisi di mana populasi usia produktif lebih banyak dari usia nonproduktif. Oleh sebab itu, Iqbal berharap agar masyarakat memanfaatkan bonus demografi ini sebaik-baiknya.

"Mari manfaatkan bonus demografi tersebut, karena ini merupakan masa emas bagi generasi kita. Kalau pada masa itu kita tidak dapat atau mampu meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas, maka bonus demografi
itu akan lewat begitu saja," imbuh Iqbal.

Komisi IX DPR RI yang turut membidangi BKKBN , sebut Iqbal, siap mensuport dan menyukseskan bonus demografi agar dapat diraih pada 2025-2030. Kendati begitu, Ia pun berharap agar Pemerintah Daerah, termasuk Agam , juga terus melahirkan kebijakan terkait bonus demografi.

"Ini menjadi tantangan apakah kita siap lepas landas menuju negara maju atau justru sebaliknya tertimpa bencana demografi, dan bukan bonus demografi lagi. Jadi, mari kita bersama-sama meningkatkan kualitas SDM kita," pungkasnya.(*)

Penulis: Riki S