Dinyatakan Tidak Melanggar Pidana Pemilu, Nevi Zuairina Minta ASN Tidak Jadi Timses

"Istri Gubernur Sumbar itu meminta ASN (Aparatur Sipil Negara) tetap menjaga netralitas dan tidak menjadi tim sukses walaupun ASN mempunyai hak pilih"
Nevi Zuairina menggelar jumpa pers di rumah makan Sederhana Kota Padang untuk meluruskan pemberitaan tentang dirinya, Rabu malam (13/3) (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir )

PADANG, KLIKPOSITIF - Setelah menerima surat keputusan tidak terbukti melanggar unsur pidana pemilihan umum, Nevi Zuairina, Caleg DPR RI dari PKS pada Daerah Pemilihan (Dapil) II melangsungkan jumpa pers di Padang, Rabu malam (13/) untuk meluruskan pemberitaan ternyata dirinya.

Dalam jumpa pers tersebut Istri Gubernur Sumbar itu meminta ASN (Aparatur Sipil Negara) tetap menjaga netralitas dan tidak menjadi tim sukses walaupun ASN mempunyai hak pilih.

"Saya berpesan, agar ASN menjaga netralitasnya. Dalam sistem kampanye pemilu, ASN dilarang menjadi tim  sukses apalagi mengkampanyekan kandidatnya. Hal ini sangat jelas melanggar aturan dan diancam dengan sanksi yang tegas," tegasnya.

Kepada masyarakat, Nevi Zuairina juga mengajak untuk berpikir objektif dan rasional. Sebelum melaporkan aduannya kepada pihak terkait, cobalah terlebih dahulu mengumpulkan bukti-bukti yang jelas faktanya.

"Jangan karena kita mendukung kandidat lain, maka kandidat yang tidak kita dukung dicari-cari kesalahannya," terangnya.

Kalau tidak ada fakta yang jelas, tegas Nevi Zuairina, yakinlah setelah  diproses akan sia-sia dan merepotkan semua pihak. Nevi Zuairina mengajak seluruh masyarakat dan juga saudara dan sahabatnya yang juga sama-sama berkonstetasi mengikuti pemilu, agar menciptakan pemilu badunsanak, pemilu yang damai, pemilu yang bergembira dan pemilu yang fair untuk meraup kemenangan. 

Nevi Zuairina juga mengajak, agar jangan ada saling lempar fitnah dan berita hoax untuk menjatuhkan sahabat yang lain, untuk menghancurkannya.

Namun pada kesempatan itu Nevi enggan menjawab pertanyaan wartawan ketika ditanya kronologis sebenarnya dilapangan, sebab pihak kepala sekolah merasa jadi korban dan Nevi pun merasa jadi korban politik.

"Silahkan tanya ke Bawaslu, keputusannya sudah jelas. ... Baca halaman selanjutnya