Dinkes Sumbar Catat Ada Belasan Ribu Kasus Bayi Gizi Buruk di Agam

"Jika dijumlahkan antara baduta dan balita, ada 3026 gizi buruk, 8147 bertubuh pendek dan sangat pendek, serta 2159 bayi kurus dan sangat kurus. Total keseluruhan 13.332 kasus gizi didaerah tersebut selama 2018"
Ilustrasi (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir )

PADANG, KLIKPOSITIF - Dinas Kesehatan Sumatera Barat (Sumbar) mencatat, kasus gizi buruk, stunting (tubuh pendek) dan bayi kurus masih sangat tinggi di daerah itu. Penyumbangnya tingginya angka gizi buruk, stunting dan bayi kurus di Sumbar tidak luput sumbangan dari daerah termster Agam. 

Berdasarkan tiga kategori pengklasifikasian yakni berdasarkan berat badan/umur, tinggi badan/umur, dan berat badan/tinggi badan, di Agam terdapat 537 kasus gizi buruk, 1865 stunting, dan 490 bayi sangat kurus.

"Itu data status gizi Baduta (bawah dua tahun) berdasarkan penimbangan massal tahun 2018. Satu bayi diukur panjang, tinggi dan berat badannya," kata Kepala Dinas Kesehatan Sumbar Merry Yuliesday kepada KLIKPOSITIF, Kamis, 14 Maret 2019.

Sedangkan pada Balita (bawah lima tahun) terdapat 2. 489 kasus gizi buruk, 6.282 stunting dan 1.669 bayi sangat kurus (terbanyak dari 19 kabupaten dan kota di Sumbar).

"Itu data balita berdasarkan penimbangan massal yang dilaksanakan Februari, Agustus dan September dan biasa disertai dengan pemberian vitamin A dan obat cacing saat penimbangan," terangnya.

Jika dijumlahkan antara baduta dan balita, ada 3026 gizi buruk, 8147 bertubuh pendek dan sangat pendek, serta 2159 bayi kurus dan sangat kurus. Total keseluruhan 13.332 kasus gizi didaerah tersebut selama 2018.

Merry menegaskan, butuh langkah serius agar persoalan tersebut bisa diatasi mulai dari perencanaan untuk jangka pendek dan panjang membuat regulasi, pembentukan tim, kerlibatan berbagai stok holder dalam pencegahan serta bantuan dana dari pusat hingga daerah.

"Selain dana, program juga harus terukur dan tidak kalah penting edukasi harus diberikan kepada masyarakat terutama ibu hamil," ujarnya.

Sementara itu Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit menegaskan, kasus itu harus menjadi pekerjaan rumah Dinas Kesehatan provinsi ... Baca halaman selanjutnya