Buron Dua Tahun, DPO Kemenkumham Ditangkap di Padang

" Lelaki yang melarikan diri dari Lapas kelas II B Pariaman pada tahun 2017 dengan menggunakan sajadah dua tahun lalu"
Ardiansyah alias Adi Batak (38) yang kembali dibekuk oleh tim Opsnal Satres Narkoba Polresta Padang pada Jumat malam 15 Maret 2019. (Ist)

PADANG, KLIKPOSITIF - Ardiansyah alias Adi Batak (38) yang kembali dibekuk oleh tim Opsnal Satres Narkoba Polresta Padang pada Jumat malam 15 Maret 2019. Lelaki yang melarikan diri dari Lapas kelas II B Pariaman pada tahun 2017 dengan menggunakan sajadah dua tahun lalu itu dibekuk di depan sebuah musala di RT 04/ RW 04, Kelurahan Seberang Palinggam, Kecamatan Padang Selatan oleh tim Satres Narkoba Polresta Padang.

Selama dua tahun menjadi buronan, lelaki dengan tinggi kurang lebih 168 sentimeter itu mengaku selalu berpindah-pindah. "Saya kadang tinggal di Pariaman, Padang dan daerah Pekan Baru," ujarnya saat ditanya oleh klikpositif.com.

Ia mulai mengenal Narkoba tahun 1999. Saat itu ia mengenal narkoba jenis sabu-sabu di daerah Batam, Kepulauan Riau. "Setelah mencoba memakai, saya ditawari untuk mengantarkan barang oleh seseorang di Batam," ujarnya.

Pergelutannya semakin menjadi-jadi, Ia terus meniti karirnya dalam peredaran narkoba. "Saya ke Sumatera Barat sekitar tahun 2009 untuk menjual narkoba jenis sabu-sabu ini," sambungnya. Ia menjual narkoba jenis sabu-sabu di daerah Padang hingga Pariaman sejak saat itu.

Pada tahun 2015 ia dibekuk oleh Ditres Narkoba Polda Sumbar dengan barang bukti narkoba jenis sabu-sabu sebanyak 0,25 ons. "Saat itu saya ditangkap dengan Narkoba sebanyak seperempat ons yang akan saya edarkan," lanjutnya.

Dari perbuatannya, lelaki bertatto itu divonis dengan hukuman selama 10 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Padang. "Saya diopor ke Lapas kelas II B Pariaman dan menjalani hukuman hingga tahun 2017 dan saya melarikan diri," lanjutnya.

Tepatnya pada hari Sabtu 15 April 2017, ia berencana melarikan diri bersama lima orang temannya dari Lapas kelas II B Pariaman dan aksi tersebut berhasil ia lakukan. Dengan bermodalkan sajadah, ia melarikan diri dari balik jeruji besi yang seharusnya menjadi hukuman baginya atas penentangan hukum yang ia lakukan.

"Setelah itu saya ... Baca halaman selanjutnya