Korban Penembakan Teroris di Selandia Baru Asal Padang Jalani Operasi Kedua

"Zulfirman Syah, masih dirawat intensif di rumah sakit setempat."
Zulfirman merupakan anak ke enam dari enam bersaudara (Ist)

PADANG, KLIKPOSITIF--Satu hari pasca-aksi kepenembakan teroris di masjid Pusat Islam Linwood di Christchurch, Selandia Baru, pada Jumat 15 Maret 2019, salah satu korban yang merupakan Warga Negara Indonesia (WNI), Zulfirman Syah, masih dirawat intensif di rumah sakit setempat.

Hendra Yaspita, kakak korban, mengatakan, informasi yang diperoleh dari istri korban tadi pagi, pihak medis akan melakukan operasi kedua. Sementara untuk anaknya, sudah mulai pulih dan berada di ruang rawat inap.

“Pagi ini masih di ruang ICU, masih di ruang operasi, untuk menjalani operasi ke kedua. Mudah-mudahan berhasil,” ungkap Hendra, di kediaman orang tua korban di Jalan Tanjung Indah III, Blok G 18, Kelurahan Kampung Alai, Padang, Sabtu 16 Maret 2019.

Hendra menjelaskan, sesudah operasi pertama, korban sempat siuman, dengan kondisi yang masih sangat lemah. “Dia sudah sempat komunikasi dengan istri, tapi masih blang,” ujarnya.

Dijelaskan lagi, korban yang merupakan anak ke enam dari enam bersaudara itu, mengalami beberapa luka tembakan. Meski tidak mengetahui secara persis, dari keterangan yang juga diperoleh dari istri korban, luka tembak mengenai bagian badan, kaki, dan lengan. Sementara untuk putra korban yang bernama Omar Rois mengalami luka tembak di bagian punggung dan kaki.

“Bersyukur tidak ada di kepala,” ujarnya.

Seperti diberitakan, seniman Minang asal Padang, Sumatera Barat bernama Zulfirman Syah, dan anaknya menjadi korban penembakan brutal teroris di masjid Pusat Islam Linwood di Christchurch, Selandia Baru, pada Jumat 15 Maret 2019 lalu.

C Jambak