FPMS Bersama Ormas di Payakumbuh Nyatakan Sikap Anti Golput

"Kegiatan yang mengangkat tema "Yuk Nyoblos dan Sukseskan Pemilu Serentak" itu adalah untuk memastikan seluruh masyarakat di Kota Payakumbuh menyalurkan hak pilihnya pada 17 April nanti."
Penandatanganan pernyataan sikap FPMS dan Ormas di Payakumbuh. (KLIKPOSITIF/Taufik Hidayat)

PAYAKUMBUH, KLIKPOSITIF -- Untuk meningkatkan partisipasi pemilih pada Pemilihan Umum (Pemilu) 17 April 2019 nanti, Forum Peduli Masyarakat Sumatera Barat (FPMS) bersama beberapa organisasi masyarakat lainnya di Kota Payakumbuh menyatakan sikap anti golput di salah satu cafe di Kecamatan Payakumbuh Barat, Senin 18 Februari 2019.

Ketua FPMS, Edwardi menyebut, tujuan dilaksanakannya kegiatan yang mengangkat tema "Yuk Nyoblos dan Sukseskan Pemilu Serentak" itu adalah untuk memastikan seluruh masyarakat di Kota Payakumbuh menyalurkan hak pilihnya pada 17 April nanti.

"Untuk itu, seluruh masyarakat harus paham tata cara pemilihan dan hal-hal lain yang perlu diperhatikan. Karena itu, pada kesempatan ini kami menghadirkan narasumber dari KPU, Bawaslu, tokoh, akademisi, dan tokoh masyarakat," kata Edwardi.

Dijelaskannya, sampai saat ini masih ada beberapa kalangan yang anti terhadap Pemilu, sehingga lebih memilih untuk tidak menyalurkan hak suaranya atau golput.

"Masyarakat perlu sadar bahwa semuanya berperan dalam memajukan daerah masing-masing, minimal dengan ikut nyoblos. Karena, Pemilu ini adalah kesempatan kita untuk menentukan pemimpin, baik wakil rakyat ataupun kepala negara," terangnya.

Komisioner KPU Kota Payakumbuh Divisi Parmas, Nina Trisna yang hadir dalam kesempatan itu mengakui, masih ada masyarakat yang belum tahu secara benar apa model dari surat suara yang akan mereka coblos pada pemilu nanti.

"Karena itu seluruh kalangan masyarakat harus ikut mensosialisasikan proses dan langkah-langkah dalam pencoblosan nanti," terangnya.

Senada dengan itu, anggota Bawaslu Kota Payakumbuh, Suci Wildanis menyebut, seluruh masyarakat harus ikut memantau setiap kegiatan kampanye yang dilakukan peserta pemilu.

"Kalau ada masyarkat yang ragu terkait tindakan kampanye yang dilakukan caleg, maka masyarakat bisa langsung menyampaikannya kepada Bawaslu," terangnya.

Pada akhir kegiatan itu, ... Baca halaman selanjutnya