Tahun Ini, Kementerian PUPR Anggarkan Rp9,2 Triliun untuk Program Infrastruktur Padat Karya Tunai

"Jumlah anggaran PKT tahun 2019 lebih besar dibandingkan tahun 2018"
Menteri PUPR Basuki Hadimuljomo (Net)

NASIONAL, KLIKPOSITIF -- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menganggarkan dana sebesar Rp9,2 triliun untuk program infrastruktur kerakyatan yang dilakukan melalui skema Padat Karya Tunai (PKT).

Menurut data, jumlah anggaran PKT tahun 2019 lebih besar dibandingkan tahun 2018 sebesar Rp 8,2 Triliun.

Anggaran tersebut digunakan untuk 7 program, yakni Pembangunan Jembatan Gantung Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI), Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), dan penyusunan Pedoman Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW).

Selanjutnya penataan Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU), Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas).

Menteri PUPR Basuki Hadimuljomo mengatakan program PKT dilaksanakan salah satunya di Provinsi Banten dengan anggaran Rp288,7 miliar.

Anggaran digunakan untuk pembangunan dan perbaikan saluran irigasi kecil di 305 desa sebesar Rp68,8 miliar, pembangunan 4 jembatan gantung dengan biaya Rp14 miliar, penataan kawasan kumuh di 78 kelurahan sebesar Rp83 miliar, dan air minum dan sanitasi sebesar Rp20,3 miliar di 83 kelurahan.

Untuk lebih memberikan dampak sosial lebih besar, program PKT Pamsimas bersinergi dengan program yang dilaksanakan Kementerian/Lembaga lain seperti Program Pembiayaan Ultra Mikro (UMi), dan Program Listrik Desa oleh PT Perusahaan Listrik Negara (PT PLN).

Basuki juga menjelaskan bahwa Program Pamsimas sangat penting untuk penyediaan air minum dan sanitasi yang bersih untuk masyarakat berpenghasilan rendah seperti di Desa Sidangsari.

Penerima manfaat paling besar adalah generasi muda yang dengan tersedianya air bersih dan sanitasi turut mencegah stunting atau kerdil.

Di Desa Sindangsari, Kementerian PUPR melalui Program PAMSIMAS telah membangun 4 unit sumur bor, 3 unit menara air, kran umum 3 unit, hidran air 1 unit, jamban sekolah ... Baca halaman selanjutnya