Rektor Jelaskan Hal Ini Terkait Tuntutan Mahasiswa UBH

"Kami menolak uang kuliah sistem paket, karena ketidakseimbangan pembayaran dengan SKS yang diperoleh"
Demo mahasiswa di UBH. (KLIKPOSITIF/Halbert Caniago)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Rektor Universitas Bung Hatta menyampaikan bahwa pihaknya akan mempertimbangkan tuntutan mahasiswa yang disampaikan dalam aksi pada Selasa 19 Maret 2019.

Dalam aksi tersebut Azwar Ananda mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan pembahasan terkait tuntutan uang kuliah dengan sistem paket.

"Kalau untuk sistem uang kuliah, kami sudah membahasnya dan itu juga merupakan keinginan kami," ujarnya saat menanggapi tuntutan mahasiswa.

Ia mengatakan bahwa pihaknya telah membahas bersama pihak yayasan terkait sistem pembayaran uang kuliah paket agar dihapuskan.

"Untuk fasilitas akan kami perbaiki nantinya dan juga sedang kami rencanakan," lanjutnya.

Sementara untuk tuntutan memperpanjang masa kuliah bagi mahasiswa tingkat akhir, pihaknya tidak bisa memenuhinya.

"Untuk perpanjangan masa kuliah, kami tidak bisa memenuhinya karena itu keputusan dari pihak Kementrian Riset dan Perguruan Tinggi," lanjutnya.

Ia menyampaikan bahwa untuk mahasiswa harus menyelesaikan kuliah selama empat tahun merupakan program dari pemerintah.

Sementara itu, Fajri selaku koordinator umum menyampaikan tuntutan mahasiswa dalam aksi tersebut kepada rektor dan pihak yayasan yang telah berada di Gedung Rektorat.

Baca: Ratusan Mahasiswa UBH Unjukrasa Perihal Uang Kuliah dan Dropout

"Kami menolak uang kuliah sistem paket, karena ketidakseimbangan pembayaran dengan SKS yang diperoleh," ujarnya dalam penyampaian.

Menurutnya, dalam sistem uang kuliah dengan sistem paket, tidak ada rincian pembayaran dalam sistem uang kuliah. "Kami menuntut agar uang kuliah dikembalikan kepada sistem per SKS dengan jumlah Rp125 ribu per SKS," lanjutnya.

Selain itu, pihaknya juga menuntut agar uang praktikum dikembalikan dengan harga Rp175 ribu per SKS.
Baca halaman selanjutnya