Stok Mencukupi, Bulog Pastikan Tidak Impor Beras Menjelang Pemilu

"Direktur Keuangan Bulog Triyana mengungkapkan, stok beras bulog saat ini mencapai 2 juta ton, tersebabr diberbagai di seluruh Indonesia"
Rombongan perwakilan Komisi VI DPR RI , Wagub Sumbar Nasrul Abit dan Direktur Keuangan Bulog Triyana meninjau gudang Bulog di Air Pacah, Kota Padang (Joni Abdul Kasir/KLIKPOSITIF)

 

PADANG,KLIKPOSITIF - Badan Urusan Logistik (Bulog) memastikan ketersediaan beras jelang Pemilu 2019 di republik ini dalam kondisi aman dan mencukupi serta tidak harus impor.

Direktur Keuangan Bulog Triyana mengungkapkan, stok beras bulog saat ini mencapai 2 juta ton, tersebabr diberbagai di seluruh Indonesia.

“Masih cukup. untuk jangka pendek belum perlu impor,” ungkapnya saat mengunjungi gudang Bulog Sumbar bersama perwakilan Komisi VI DPR RI, di Padang, Selasa,19 Maret 2019.

Apalagi, lanjutnya, beberapa daerah di Indonesia mulai memasuki masa panen raya seperti di Sulawesi Selatan, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jawa Timur.

Triyana menambahkan, impor beras dilakukan jika Bulog mendapat instruksi dari kementerian terkait berdasar hasil rapat koordinasi terbatas (Rakortas). Namun sejauh ini, dalam Rakortas beberapa waktu terakhir tidak ada arah kebijakan impor.

Dalam kesempatan yang sama, Anggota Komisi VI DPR RI, Hamdhani mengatakan, ketersediaan beras di seluruh daerah, termasuk Sumbar merupakan hal penting. Stok beras harus sesuai kebutuhan.

“Jangan sampai terjadi kekurangan. Kemudian distribusi bantuan sosial beras pra sejahtera harus berkualitas. Jangan beras yang sudah berubah warna dan berkutu. Beri beras layak konsumsi,” ucapnya.

Sementara terkait impor beras, menurut Hamdhani, impor diperbolehkan namun harus melihat situasi dan ketersediaan stok. Kuota impor pun harus diatur supaya tidak membuat harga beras produksi petani menurun.

Pada yang sama Kepala Bulog Divre Sumbar, Muhammad Anwar mengatakan, stok beras di Sumbar cukup hingga tiga bulan ke depan.

"Stok Sumbar saat ini 6.300 ton, kalau dengan kebutuhan kita perbulan akan tahan stok selama tiga bulan ke depan, dan setelah tiga bulan itu kita masih punya stok (beras). Jadi tidak perlu dikhawatirkan," katanya. (*)