Bulog Pastikan Stok Beras di Sumbar Aman Menjelang Ramadhan

Stok beras di gudang Bulog Mata Air, Kota Padang
Stok beras di gudang Bulog Mata Air, Kota Padang (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir )

PADANG, KLIKPOSITIF - Perum Badan Usaha Logistik (Bulog) Divisi Regional (Divre) Sumbar menjamin stok beras aman hingga tiga bulan kedepan. Bulog memiliki stok di gudang sebanyak 6.300 ton berbagai jenis beras yang diserap dari petani lokal.

Kepala Bulog Divre Sumbar, Muhammad Anwar mengatakan, masyarakat tidak perlu khawatir, stok beras di Sumbar cukup memenuhi kebutuhan selama Ramadhan, bahkan diprediksi mencukupi hingga tiga bulan ke depan.

baca juga: BBPOM di Padang Tetap Bekerja Maksimal Berikan Pelayanan Jaga Keamanan Obat dan Makanan di tengah Pandemi COVID-19

"Stok Sumbar saat ini 6.300 ton, kalau dengan kebutuhan kita perbulan akan tahan stok selama tiga bulan ke depan, dan setelah tiga bulan itu kita masih punya stok (beras). Jadi tidak perlu dikhawatirkan," kata M. Anwar, Rabu, 20 Maret 2019.

Bulog terus berusaha mempertahankan keberadaan beras petani lokal yang selama ini menjadi produk unggulan bagi wilayah Sumbar.

baca juga: Sekwan Raflis: DPRD Sumbar Tidak Ada Selenggarakan HBH

"Kami berencana untuk mempertahankan produksi beras lokal punya, bila perlu ditingkatkan produksi dan distribusinya, dan ini perlu ada dukungan dari Pemerintah Provinsi Sumbar," kata M. Anwar

Selain itu, M. Anwar menyebutkan, memasuki musim panen pada bulan April-Mei 2019 ini, Bulog akan menggenjot penyerapan beras petani . Kebijakan tersebut dilakukan guna menghindari gejolak harga beras pada masa panen nanti.

baca juga: Perantau Sudah Mudik Dilarang Merantau Lagi, Gubernur: Bertani Saja di Kampung!

"Kita masuk April-Maret mulai ada panen lebih besar. Kami lagi melakukan itu untuk penyerapan. Meskipun Januari-Februari ada panen tapi tidak serentak," sebut M. Anwar.

Di sisi lain, M. Anwar menjelaskan, bahwa konsumsi beras saat ini sangat tergantung pada jenis dan daerahnya. Setiap daerah dan konsumen sudah memiliki karakteristik beras tersendiri. Apalagi beras Sumbar memiliki khas.

baca juga: Audy Joinaldi Berikan 300 Takjil untuk Pengendara dan Warga di Pessel

" Beras Sumbar sangat spesifik, kita memikirkan bagaimana beras ini melekat pada orangnya. Ketika kita hitung kebutuhan masyarakat yang di sini, maka kita harus menghitung juga kebutuhan masyarakat tetangga di Riau, Bengkulu, Jambi. Sehingga kebutuhan beras tetap stabil," ujar M. Anwar.

Sementara Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit meminta Bulog menyerap lebih banyak hasil panen petani . Sebab setiap musim panen raya harga gabah petani lokal selalu murah. Hal itu dikhawatirkan akan mengurangi minat masyarakat untuk bertani.

"Kami ingin Bulog masuk keseluruhan daerah yang panen raya untuk menstabilkan harga sehingga harga tidak dipermainan tengkulak dan petani untung," pintanya. (*)

Penulis: Joni Abdul Kasir