Bayi Sembilan Bulan Dideportasi ke Malaysia

"Mereka dideportasi karena telah tinggal secara illegal (overstay di Indonesia)"
Kepala Kantor Imigrasi Klas II Non TPI Agam, Dani Cahyadi (KLIKPOSITIF/Haswandi)

BUKITTINGGI, KLIKPOSITIF -- Seorang bayi asal Malaysia yang baru berumur sekitar 9 bulan bernama Naufal Bin Muhammad Nizam, dideportasi ke negara asalnya karena telah tinggal secara illegal (overstay di Indonesia).

Bayi ini sebelumnya tinggal di rumah kelahiran ibunya di Kabupaten Agam-Sumbar dan dideportasi pada Selasa 19 Maret 2019 kemarin melalui Bandara Internasional Minangkabau (BIM)-Sumbar.

Kepala Kantor Imigrasi Klas II Non TPI Agam, Dani Cahyadi, menyebut orangtua bayi itu tidak menyadari jika anaknya berkewarganegaraan Malaysia, karena salah satu orangtuanya berkewarganegaraan Indonesia.

"Anak ini hasil perkawinan campur yang sah, bapak Malaysia dan ibu Indonesia. Anak ini lahir di Pulau Pinang Malaysia, 10 Juni 2018 dan karena bapaknya warga negara Malaysia memungkinkan anak yang lahir di Malaysia memperoleh kewarganegaraan ikut ayahnya," jelas Dani Cahyadi saat bersilaturrahmi dengan wartawan di Bukittinggi, Rabu 20 Maret 2019.

Dani melanjutkan, berhubung anak itu merupakan subjek dwikewarganegaraan ganda terbatas sesuai dengan pasal 4 huruf D dan pasal 6 ayat 1 UU Nomor 12 tahun 2006, maka harus didaftarkan kepada konsul atau KBRI di negara tersebut untuk memperoleh affidavit, sehingga memperoleh WNI juga dan nantinya ketika umur 18 tahun dapat memilih salah satu kewarganegaraannya.

"Kita juga merasa kasihan pada bayi itu. Masalah seperti ini potensinya bisa terjadi di sini, tapi tidak banyak informasi status kewarganegaraan yang diketahui masyarakat," jelas Dani Cahyadi.

Deportasi ini bukan kali pertama dilakukan Kantor Imigrasi Agam, karena sebelumnya dua WNA yang juga berkewarganegaraan Malaysia juga bernasib sama.

Dua WNA itu saling bersaudara, bernama Hafis Adi Saputra Bin Syaiful serta Dina Aidila. Mereka dideportasi pada Jumat 15 Maret 2019 karena overstay di Indonesia, tepatnya di Kabupaten Limapuluh Kota-Sumbar. ... Baca halaman selanjutnya