Tahun Ini, Pemko Sawahlunto Akan Bedah 223 Unit Rumah Tidak Layak Huni

"Tiap unit mendapatkan Rp15 juta untuk bahan dan Rp2,5 juta untuk upah"
Kadis PKP2LH Kota Sawahlunto Adrius Putra di Plaza Kandi Sawahlunto, Kamis 21 Maret 2019 (Muhammad Haikal/Klikpositif)

SAWAHLUNTO, KLIKPOSITIF -- Pemerintah Kota (Pemko) Sawahlunto, akan melanjutkan program bedah rumah milik warga dari yang tidak layak huni menjadi layak huni.

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, Pertanahan dan Lingkungan Hidup (DPKP2LH) Kota Sawahlunto, Adrius Putra mengatakan, di tahun 2019, terdapat 223 unit rumah yang akan dibedah yang tersebar di empat kecamatan di Sawahlunto.

"163 unit diantaranya, dananya dari pemerintah pusat, dengan anggaran mencapai Rp2,8 miliar," katanya di Plaza Kandi Sawahlunto, Kamis 21 Maret 2019.

Adrius melanjutkan, 45 unit sisanya, dananya diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Sawahlunto tahun 2019.

"Tiap unit mendapatkan Rp15 juta untuk bahan dan Rp2,5 juta untuk upah," ungkapnya.

"Sisanya, terdapat 15 unit rumah yang dibedah yang rusak disebabkan oleh bencana," pungkasnya kemudian.

Salah satu keluarga penerima program bedah rumah tahun 2018 lalu. Sutimin dan anaknya Sarita, warga Dusun Kayu Gadang, Desa Santur, Kecamatan Barangin, Kota Sawahlunto ini, sangat merasakan manfaatnya program bedah rumah.

Ia menceritakan, sudah bisa membuat pondasi dan tonggak untuk rumah yang ia tempati sejak tahun 2006 itu. Sebelum dibedah, kondisi rumahnya cukup memprihatinkan, dengan dinding yang disusun dari papan.

"Merasa terbantu, aturan kita gak bangun rumah jadi bedah rumah, aturan gak beli bahan beli bahan," kata Sarita.(*)