Oknum Jaksa di Pasbar Diduga Intimidasi Terdakwa, Benarkah?

"Jaksa berinisial C membantah apa yang dituduhkan terhadap dirinya"
Ilustrasi (Net)

PASAMAN BARAT, KLIKPOSITIF -- Seorang Jaksa Penuntut Umum (JPU) berinisial C (28) di Kejaksaan Negeri Pasaman Barat-Sumbar, diduga ancam pihak keluarga terdakwa berinisal E yang tersandung kasus tindak pidana pencurian. Dia mengancam akan menuntut hukuman tinggi terhadap terdakwa karena memakai jasa pengacara untuk membelanya.

Hal itu disampaikan Kasmanedi yang merupakan salah seorang pengacara terdakwa E kepada KLIKPOSITIF, Kamis (20/3/2019). "Oknum Jaksa tersebut sangat berani mengintervensi klien dan keluarga klien kami. Kami para pengacara terdakwa tidak terima dengan perkataan yang disampaikan Oknum Jaksa tersebut yang melecehkan upaya hukum kami tersebut. Oknum JPU itu secara tidak langsung telah melecehkan profesi kami sebagai pengacara," ujar Kasmanedi.

Diceritakan Kasmanedi, pengakuan klien dan pihak keluarga klien nya, oknum JPU tersebut pernah mengatakan, agar ayah dari klien nya disuruh menghadap dirinya. "Urusan ayah terdakwa dengan oknum JPU itu apa? JPU itu sangat lancang dengan menakut-nakuti pihak klien kami dan diancam dituntut hukuman tinggi. Selain itu katanya, pakai jasa pengacara itu tidak ada artinya, kan yang menuntut kami (jaksa)," ceritanya.

Menurut Kasmanedi, bukan kepada pihak keluarga saja oknum JPU itu berbicara. Dia juga pernah berbicara kepada salah seorang teman keluarga terdakwa berinisial R (30), lalu R menyampaikan kepada keluarga terdakwa yang berinisial F (30) apa yang didengarnya dari oknum JPU tersebut. 

"Kita ini sesama penegak hukum. Kami tidak terima dengan perkataan yang disampaikan oknum Jaksa itu kepada klien kami. Ini ada apa seorang JPU berbicara seperti itu, ini sudah keterlaluan melecehkan profesi kami sebagai pengacara. Seolah profesi kami ini, mengganggu proses tuntutan yang akan diajukan JPU. Padahal kami bekerja di bawah Undang-Undang Nomor 18 tahun 2003 tentang advokat," tegasnya.

Ia mengatakan, seyogyanya oknum JPU ini berkomentar harus di ... Baca halaman selanjutnya