Petani Bawang Merah Minta Pemerintah Stabilkan Harga

"Pemerintah jangan doyan impor, karena hal ini bisa berbahaya"
Bawang merah (net)

KLIKPOSITIF -- Wakil Ketua Komisi XI DPR, Soepriyatno mengatakan, bawang merah merupakan salah satu komoditas yang sangat penting keberadaannya. Hal tersebut lantaran, bawang bersangkutan dengan hajat hidup orang banyak.

Oleh karenanya, dia berharap pemerintah bisa menjaga kestabilan harga bawang merah dengan mempertimbangkan harga pokok produksinya. “Petani bawang merah meminta agar pemerintah menjaga kestabilan harga bawang merah. Pemerintah jangan doyan impor, karena hal ini bisa berbahaya," kata Soepriyatno saat kunjungan di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.

Dia mengatakan, jangan karena inflasi harga bawang merah hasil produksi petani langsung dihancurkan dengan kebijakan pemerintah yang mengimpor bawang merah secara besar-besaran. Akibatnya, banyak bawang merah hasil produksi para petani menjadi tidak laku.

"Kebijakan impor oleh pemerintah tersebut akan menghancurkan hasil produksi dalam negeri. Kita harus memproteksi pertanian dalam negeri, supaya semua kebutuhan bisa kita penuhi," ujarnya.

Masalah pangan merupakan urusan yang sangat strategis, sambungnya, jangan sampai bergantung pada impor. "Selain itu, para petani bawang merah di Nganjuk juga mengharapkan agar kualitas hasil produksi pertanian mereka bisa ditingkatkan dan memiliki varietas yang bagus dan unggul," katanya.

Soepriyatno menyampaikan, lahan di Indonesia banyak yang subur. Apabila harga bawang bagus, pasti hasil pertanian bawang merah juga akan banyak. "Kalau pertanian bawang merah tersebut banyak dan sentra bawang merahnya juga besar, maka produksi bisa kita penuhi, dan kita bisa swasembada," paparnya.

"Yang bekerja untuk menyelesaikan masalah yang ada itu harusnya Menteri Perdagangan dan Menteri Pertanian, karena merekalah yang memiliki anggaran besar. Menteri Perdagangan harus bisa memasarkan hasil produksi Indonesia ke luar negeri, bukan memasarkan produk luar negeri ke Indonesia. Itu salah kaprah namanya," pungkasnya. ... Baca halaman selanjutnya