Panggil Jaksa 'C', Ini Keterangan Kasi Pidum Kejari Pasaman

"Menurut Akhiruddin, ini hanya sebuah Miskomunikasi"
Kasi Pidum, Akhiruddin (kanan) (KLIKPOSITIF/Irfan Pasaribu)

PASAMAN BARAT, KLIKPOSITIF -- Pihak Kejaksaan Negeri Pasaman Barat merespon dan bergerak cepat dengan memanggil untuk mengklarifikasi oknum Jaksa Penuntut Umum (JPU) berinisal C, yang diduga telah melakukan intervensi terhadap salah satu terdakwa berinisal R terpidana kasus pencurian.

Baca : Oknum Jaksa di Pasbar Diduga Intimidasi Terdakwa, Benarkah?

"Kami telah memanggil jaksa tersebut. Dirinya membantah, bahwa dia tidak pernah mengintervensi terdakwa maupun pihak keluarganya," ujar Kasi Pidum Kejaksaan Negeri (Kejari) Pasaman Barat, Akhiruddin kepada KLIKPOSITIF, Jumat (22/3/2019). 

Menurut Akhiruddin, ini hanya sebuah Miskomunikasi. "Kita sama mengetahui, jaksa tersebut kan berasal dari Pulau Jawa dan baru bertugas di Pasaman Barat, sehingga perbedaan bahasa dapat menimbulkan pembicaraan yang salah arti," ucap Akhiruddin.

Lanjut Kasi Pidum, pengakuan oknum jaksa tersebut, dirinya tidak pernah melarang terdakwa dan pihak keluarganya untuk menggunakan jasa pengacara, lalu akan mengancam menuntut hukuman tinggi. Lagian pakai Penasehat Hukum (PH) itu sudah bagian yang tidak terpisahkan di ruang pengadilan dan itu hak dari terdakwa.

"Sebenarnya saya pun heran kenapa ini bisa terjadi. Kami bekerja sesuai prosedur. Meskipun ada PH maupun tidak, ini tidak ada pengaruhnya pada proses hukum yang telah dilakukan penuntut umum," ulasnya.

Dia tidak menapik, memang usai sidang kemaren oknum Jaksa tersebut ada bertemu dengan pihak keluarga terdakwa. Namun menurutnya hanya dalam konteks hanya memberi saran, tanpa ada maksud lain. 

"Tadi istri terdakwa datang menemui kami, itu pun tanpa kami undang. Pengakuan istri terdakwa, dirinya datang ... Baca halaman selanjutnya