Gubernur Sumbar : Pemilu Proses Demokrasi Jangan Sampai Anarkis

"Irwan Prayitno menghimbau masyarakat untuk memanfaatkan tidak terpancing dengan isu yang bisa memecah belah persatuan dan persaudaraan apalagi berujung kepada kerusuhan"
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengatakan (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir )

PADANG, KLIKPOSITIF - Pencoblosan sudah semakin dekat, terhitung mulai hari ini tinggal 24 hari lagi menjelang hari H. Pemilihan Umum (Pemilu) di Sumatera Barat (Sumbar) agak sedikit panas sebab perbedaan pilihan ditambah dengan isu - isu liar di media sosial.

Untuk itu, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno menghimbau masyarakat untuk memanfaatkan tidak terpancing dengan isu yang bisa memecah belah persatuan dan persaudaraan apalagi berujung kepada kerusuhan.

Masyarakat yang memiliki hak pilih tetap menggunakan hak pilih dengan datang ke TPS untuk mencoblos.

"Di Minangkabau ini pemilu itu ibarat "Biduak Lalu Kiambang Batawuik" (Perahu lewat air yang terbelah kembali seperti semula), selesai Pilpres dan Pileg masyarakat sudah akur lagi walaupun berbeda pilihan," ujarnya, Sabtu, 23 Maret 2019.

Dilanjutkannya, siapapun pemimpin yang terpilih nanti itulah yang terbaik, pilihan rakyat dan perlu didukung bersama. Namun masyarakat harus meramaikan dan memeriahkan pemilu 2019.

"Pilihlah sesuai hati nurani, pemilu adalah proses demokrasi yang biasa kita lalui tanpa ada perselisihan, pertengkaran yang berujung anarkis," sebutnya.

Terakhir Irwan menyampaikan, pilihan masyarakat pada 17 April nanti menentukan masa depan bangsa lima tahun mendatang, maka tentukan pilihan dengan selektif dan dengan berbagai pertimbangan.

"Mari kita meriahkan pemilu 2019 dengan berbondong - bondong ke TPS," tukasnya. (*)