Wamen ESDM Ngaji di Minang United 2019, Ini Pesannya untuk Generasi Milenial Sumbar

"Ada cerita unik saat terselenggaranya iven Minang United 2019, yakni ketika Wamen ESDM Archandra Tahar melantukan ayat suci Alquran di hadapan ribuan peserta kegiatan tersebut."
Wamen ESDM Archandra Tahar saat membacakan ayat suci Alquran dalam acara pembukaan Minang United 2019 yang digelar di Danau Cimpago Padang pads Sabtu (23/3) (KLIKPOSITIF/Khadijah)

PADANG, KLIKPOSITIF - Ada cerita unik saat terselenggaranya iven Minang United 2019, yakni ketika Wamen ESDM Archandra Tahar melantukan ayat suci Alquran di hadapan ribuan peserta kegiatan tersebut. Ia pada saat itu tampak begitu menghayati bacaannya dan peserta dari generasi milenial yang mendengarnya juga tampak menikmatinya dalam diam dan kesunyian selama dibacakannya ayat suci tersebut dalam iven yang digelar di Danau Cimpago Padang pada Sabtu (23/3).

"Alhamdulillah saya diberi kesempatan untuk membacakan Alquran yakni Surah Asy-Syu'ara ayat 1 sampai 7. Menurut saya pesan pada ayat tersebut sangat bagus untuk menggambarkan kondisi kita saat ini. Semoga ayat itu dapat mengingatkan kita semua," kata Archandra Tahar usai melantukan kalam suci yang menjadi salah satu susunan acara pembukaan setelah sebelumnya Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit turut serta membuka iven tersebut.

Ia mengungkapkan, bahwa generasi milenial yang menjadi panutan yakni haruslah mereka yang tetap ingat untuk belajar agama, terutama membaca Alquran. Ia meminta generasi muda untuk belajar agama dengan baik serta memahami arti dari ayat suci Alquran karena itulah esensi manusia diperintahkan oleh Allah yaitu untuk selalu ingat pada Sang Pencipta.

"Saya mengharapkan melalui Minang United 2019 dengan hastagnya #MinangBangkit pengunjung dapat bangkit dan melawan empat hal, yaitu melawan berita atau fitnah yang selama ini tidak benar. Yang kedua, kita harus bangkit untuk tidak lagi berprasangka yang tidak baik pada sesama dan pada kami di pemerintahan. Yang ketiga, kita harus bangkit untuk tidak mencari kesalahan, karena setiap manusia pasti punya salah. Sementara yang keempat, kita harus bangkit dari persoalan kita dalam hal membicarakan keburukan saudara kita sendiri seperti cerita yang tidak benar maupun cerita yang diyakini benar namun belum tentu kebenarannya," katanya.

Oleh karena itu, lanjutnya, kaum milenial minang harus bisa menerapkan ... Baca halaman selanjutnya