Cipatakan Keluarga Indonesia Sejahtera, Ini 8 Fungsi Keluarga Menurut BKKBN

Anggota DPR RI menyampaikan kata sambutan saat sosialiasasi advokasi KIE program KKBPK di Rawang, Padng Selatan, Kota Padang, Minggu, 24 Maret 2019
Anggota DPR RI menyampaikan kata sambutan saat sosialiasasi advokasi KIE program KKBPK di Rawang, Padng Selatan, Kota Padang, Minggu, 24 Maret 2019 (Ist)

PADANG, KLIKPOSITIF - Sosialisasi Advokasi dan KIE Program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) Bersama Mitra, kembali digelar oleh BKKBN di Kota Padang Padang, Sumbar, Minggu, 24 Maret 2019.

Kali ini, kegiatan sosialisasi itu digelar di Rawang, kecamatan Padang selatan, dan dihadiri oleh anggota Komisi IX DPR RI, Betti Shadiq Pasadigue, perwakilan BKKBN Provinsi Sumbar, dan ratusan warga Padang Selatan.

Bahkan acara sosialisasi dengan tema "ciptakan keluarga Indonesia sejahtera dengan 8 fungsi keluarga" itu berlangsung meriah dengan adanya doorprize berhadiah sepeda, majic com, dispenser, kompor gas dan berbagai hadiah unik lainnya.

Baca Juga

Rina, warga Rawang yang ditemui di lokasi sosialisasi mengaku senang, karena selain adanya hadiah dooprize, dirinya dan warga yang hadir menjadi lebih tahu bagaimana cara mewujudkan keluarga sejahtera.

"Keluarga sejahtera itu penting, tapi untuk mewujudkannya kan butuh proses. Jadi, dengan adanya sosialisasi ini, saya menjadi tahu bagaimana cara mewujudkannya dan fungsinya untuk apa," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumbar, Syahruddin, menyebut bahwa 8 fungsi keluarga itu adalah fungsi agama, sosial budaya, cinta dan kasih sayang, perlindungan, reproduksi, pendidikan, ekonomi, dan fungsi pelestarian lingkungan.

"Dengan dilaksanakannya 8 fungsi keluarga, maka diharapkan keluarga Indonesia dapat menjadi keluarga sejahtera secara ekonomi yang berkualitas," katanya saat memberi sambutan pada Sosialisasi Advokasi dan KIE Program KKBPK Bersama Mitra, Minggu.

Disebutkannya, implementasi 8 fungsi keluarga itu merupakan langkah positif untuk hidup dinamis secara serasi, selaras, dan seimbang dengan alam, serta untuk menghindari pernikahan usia dini, pencegahan HIV/AIDS, menghindari kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba dan lainnya.

"Untuk bisa mencapai itu, maka diperlukan upaya dan kerjasama semua pihak dalam menjalankan 8 fungsi keluarga di ke hidupan sehari-hari. Saya mengajak masyarakat untuk menerapkan 8 Fungsi keluarga secara optimal," katanya.

Keluarga, menurutnya, juga harus memperhatikan pola asuh anak dan memberikan kebutuhan kesehatan, kasih sayang, cinta dan pendidikan yang sebaik-baiknya. "Kepada keluarga yang memiliki balita, harus penuhi asupan gizi anak mulai 1000 hari pertama kehidupan," ujarnya.

Anggota DPR RI, Betti Shadiq Pasadique, mengapresiasi BKKBN yang terus berusaha mensosialisasikan berbagai programnya kepada masyarakat, termasuk Sosialisasi Advokasi dan KIE Program KKBPK yang digelar ini.

"Kami di DPR mendukung upaya BKKBN dalam mensosialisasi berbagai program, karena BKKBN pasangan kerja kami di Komisi IX. Kami berharap, melalui berbaga sosialisasi tersebut, upaya untuk mengendalikan jumlah penduduk bisa terwujud," katanya.

Terkait 8 fungsi keluarga, menurut Betti, itu juga menjadi salah satu upaya menghadapi bonus demografi yang diperikarakan akan terjadi pada 2025-2030, karena pada masa itu, usia produktif dari 15-64 tahun, berada pada angka 70% dari total jumlah penduduk.

"Usia produktif ini nantinya akan menopang hidup 30% usia nonproduktif yang terdiri atas usia di bawah 15 tahun dan 65 tahun ke atas. Jadi, mari kita jalankan 8 fungsi keluarga tersebut menuju bonus demografi untuk Indonesia yang sejahtera," tuturnya.(*)

Video

Kakek yang Viral Beli Obat dengan Uang Mainan Akan Segera Umrah

YouTube channel KlikPositif.com

Penulis: Riki S