Kemenhub Peduli Serahkan Bantuan Korban Gempa dan Tsunami Palu Donggala

"Kami juga ingn menyampaikan bahwa musibah seperti ini suatu bentuk kasih sayang Allah kepada kita untuk ingatkan kita bahwa hidup itu tidak hanya kesenangan tapi juga bisa musibah"
Ilustrasi (ACT)

KLIKPOSITIF -- Pasca Tsunami di Palu dan Donggala pada 28 September 2018 lalu, kondisi Kota Palu masih dalam perbaikan dan pemulihan. Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan Djoko Sasono melakukan tinjauan ke lokasi likuifaksi di Sigi dan Petebo pada, Minggu (24/3) dan menyerahkan bantuan sebesar Rp. 100 juta.

Bantuan tersebut untuk membantu pembangunan Masjid Al Muhajirin yang berada di Kampung Jonooge, Kabupaten Sigi Biromaro, Sulawesi Tengah. Sesjen menuturkan bantuan ini sebagai bentuk kepedulian pemerintah, tak lupa ia menyampaikan salam dari Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi kepada warga.

"Kedatangan kami untuk bersilaturahmi dengan keluarga besar Indonesaia yang ada di Palu, Sigi dan Donggala. Tentunya kami juga menyampaikan salam dari pak menteri perhubungan. Kami ikut mendoakan semoga arwah saudara kita yang telah meninggalkan kita karena musibah diterima oleh Allah dan ditempatkan di paling mulia dan semoga khusnul khotimah," jelas Sesjen

Lebih lanjut ia juga menyampaikan Kemenhub sangat peduli dengan keadaan Palu, dan mengaharapkan bisa secepatnya bangkit. Dirinya juga mengatakan bahwa kehidupan di dunia bukan hanya kebahagiaan melainkan juga musibah, maka kita semua harus terus berbaik sangka kepada Tuhan YME.

"Kami juga ingn menyampaikan bahwa musibah seperti ini suatu bentuk kasih sayang Allah kepada kita untuk ingatkan kita bahwa hidup itu tidak hanya kesenangan tapi juga bisa musibah,".

Kementerian Perhubungan sangat peduli dengan Palu dan Donggala agar segera bangkit," jelasnya.

Sebelumnya Sesjen menyusuri jalan dan melihat lokasi likufaksi. Terlihat jelas hamparan luas seperti tanah lapang, namun itu adalah gundukan rumah dari satu kampung yang sudah merata.

Sesjen Djoko juga sempat mengunjungi salah satu rumah warga setempat yaitu Pak Paimon (60). Ia juga merasa perihatin melihat kondisi rumah Pak Paimon yang masih belum kembali, terlihat lantai masih retak dan ... Baca halaman selanjutnya