Tolak Hasil Pemilu, Massa Bentrok dengan Polisi dan Ancam Hancurkan Kantor KPU Padang

"Massa yang tidak terima kemudian sempat terlibat dorong-dorongan dengan polisi"
Massa yang menolak hasil pemilu bentrok dengan polisi personel Polresta Padang (KLIKPOSITIF/Halbert Chaniago)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Puluhan massa menggelar aksi demonstrasi di kantor KPU Padang, Senin 25 Maret 2019, kehadiran mereka bertujuan untuk memprotes hasil pemilihan umum yang diduga terdapat kecurangan.

Puluhan massa dari kelompok masyarakat tersebut tampak merangsek masuk ke kantor penyelenggara pemilu tersebut. Namun aksi ini kemudian dihalangi oleh petugas kepolisian yang berjaga di lokasi tersebut.

Di hadapan polisi, puluhan massa itu menyampaikan aspirasi soal dugaan kecurangan pemilu, lama-kelamaan, massa yang hadir di lokasi tersebut bertambah banyak dan mulai terprovokasi.

Melihat hal demikian, pihak kepolisian dari Polresta Padang pun melarang mereka masuk ke area kantor KPU. Mendapati larangan tersebut, emosi massa pun tersulut dan mengancam akan membakar kantor KPU.

Berdasarkan pantauan, massa yang tidak terima kemudian sempat terlibat dorong-dorongan dengan polisi sehingga bentrokan pun tidak terhindarkan.

Untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk, pihak Polresta Padang pun menurunkan personel Dalmas dan Sabhara untuk menekan bentrok.

Sebanyak 700 personel kepolisian pun melakukan penguraian massa hingga mereka bubar dengan teratur. Demikian adalah serangkaian simulasi pengamanan pemilu yang akan berlangsung 17 April mendatang.

Rangkaian simulasi ini digelar di depan Mapolresta Padang, dekat Ruang Terbuka Hijau Imam Bonjol. Kapolresta Padang, Kombes Pol Yulmar Try Himawan mengatakan simulasi tersebut digelar untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk yang terjadi saat pemilu.

"Kami berharap dengan dilakukannya simulasi ini akan menambah pemahaman personel tentang aturan dalam Pemilu serta pengamanannya," katanya.

[Halbert Chaniago]