Wali Kota Payakumbuh Buka-Bukaan Terkait Harta Kekayaan

Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi.
Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi. (KLIKPOSITIF/Taufik Hidayat)

PAYAKUMBUH, KLIKPOSITIF -- Tak ingin pandangan miring muncul atas angka Rp14 Miliar yang terdapat dalam Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) yang telah diserahkannya ke Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ), Wali Kota Payakumbuh , Riza Falepi buka-bukaan terkait besaran kekayaan yang ia miliki.

Dikatakan Riza Falepi , nilai kekayaannya terlihat cukup besar karena di dalamnya juga dimasukkan nilai saham yang ia miliki di salah satu perusahaannya.

baca juga: Terkait Aksi Protes Pedagang di Pasar, Ini Kata Dinas Pasar dan Kapolres Payakumbuh

"Jauh sebelum saya jadi wali kota, saya punya perusahaan yang sudah lama saya tinggalkan secara manajemen karena secara aturan pejabat publik tidak boleh jadi direksi maupun komisaris perusahaan," kata Riza Falepi , Selasa 26 Maret 2019.

Meski sudah memutuskan untuk melepas saham yang dimilikinya di perusahaan tersebut tapi dia mengaku cukup kesulitan ketika harus menentukan menentukan harga saha yang dimilikinya itu.

baca juga: Warga Payakumbuh Diminta Laksanakan Salat Idul Fitri di Rumah

"Atas saran salah seorang staf KPK kami disarankan untuk tulis saja dulu kira-kira. Hari ini kalau dikira kira mungkin harga saham saya di perusahaan tersebut sekitar 1 juta USD. Jadilah demikian LHKPN saya," jelasnya.

Lebih lanjut, fungsionaris Partai PKS itu menjelaskan, apabila nilai sahamnya di salah satu perusahaan tersebut tidak dimasukkan dalam LHKPN-nya, maka total kekayaan yang ia miliki tak akan mencapai angka Rp500 juta.

baca juga: KPK Limpahkan Kasus OTT THR Pejabat Kemendikbud RI ke Polri, Ini Alasannya

"Di luar saham perusahaan perkiraan kekayaan saya tidak sampai 500 juta, tidak ada rumah, dan hanya sedikit tabungan dalam jumlah puluhan juta untuk sekolah anak yang sedang butuh-butuhnya," lanjutnya.

Riza mengaku memiliki sebuah mobil yang sudah berumur tujuh tahun dan sebidang tanah seluas lebih kurang 500 m2 yang rencananya akan dibangun rumah.

baca juga: OTT Pejabat UNJ soal Pungli THR, Uang USD 1.200 dan Rp27,5 Juta Disita KPK

"Nanti kalau ada rezeki ingin bangun rumah mungil di atas tanah itu," jelasnya.

Riza berharap, keterangannya tersebut bisa menjawab spekulasi negatif yang bisa saja berkembang. Apalagi Kota Payakumbuh saat ini sedang giat-giatnya melaksanakan berbagai proyek pembangunan untuk kepentingan masyarakat. Riza memastikan tak mengambil keuntungan terhadap berbagai proyek tersebut.

"Saya takut main proyek, takut dengan KPK , dan yang paling utama adalah takut kepada Allah karena harta yang tidak halal. Insya Allah, saya memastikan tidak mengambil sesuatu yang bukan hak kami untuk dibawa pulang sebagai makan anak-anak," pungkasnya. (*)

Penulis: Taufik Hidayat