NASA Ingin Kirim Astronot ke Kutub Selatan Bulan, Ini Misinya

"astronot akan mendarat di kutub selatan Bulan karena di tempat tersebut terdapat es yang bisa menjadi bahan bakar roket"
ilustrasi astronot di bulan (net)

KLIKPOSITIF -- Pada Desember 2017, Donald Trump mengarahkan NASA untuk mengirimkan kembali astronot Amerika ke Bulan. Semakin berkembang, hari Selasa (26/3) pada pertemuan kelima Dewan Antariksa Nasional, Wakil Presiden AS, Mike Pence menjelaskan bahwa astronot Amerika akan menjalani misi di kutub selatan Bulan.

Tak asal kembali ke Bulan, astronot akan mendarat di kutub selatan Bulan karena di tempat tersebut terdapat es yang bisa menjadi bahan bakar roket.

"Di abad ini, kita akan kembali ke Bulan dengan ambisi baru. Tidak hanya sekadar melakukan perjalanan ke sana, kita akan menambang oksigen dari batu Bulan yang akan mengisi bahan bakar pesawat kita, menggunakan tenaga nuklir untuk mengekstrak air dari kawah-kawah di kutub selatan Bulan,'' kata Mike Pence dalam keterangannya.

Hingga satu dekade lalu, para ilmuwan tidak cukup yakin terdapat air di Bulan, karena di sana tidak memiliki atmosfer yang substansial. Namun 10 tahun terakhir, analisis data yang dikumpulkan oleh pengorbit Bulan Chandrayaan-1 dari Organisasi Penelitian Luar Angkasa India menemukan sesuatu yang berbeda.

Mereka menemukan secara pasti terdapat es yang ada di Bulan. Sebagian besar es terdeteksi oleh Chandrayaan-1 terletak pada kawah di kutub selatan Bulan. Daerah tersebut sangat dingin karena secara permanen ada pada daerah berbayang di Bulan. Suhunya tidak pernah naik di atas -121 derajat Celcius, mencegah es menguap ke luar angkasa.

Jim Bridenstine, salah satu ilmuwan NASA, menjelaskan bahwa adanya es di Bulan merupakan sebuah kabar baik bagi masa depan manusia di luar angkasa. ''Adanya es berarti terdapat penopang kehidupan, udara untuk bernafas, air untuk minum, hidrogen dan oksigen, yang merupakan pendorong roket di Bulan,'' kata Bridenstine dikutip dari Wired.

Dengan adanya pendorong roket dari ekstraksi es Bulan, perjalanan selanjutnya ke Mars kini tak membutuhkan waktu bertahun-tahun, bahkan bisa dicapai dalam hitungan ... Baca halaman selanjutnya