BKKBN Adakan Sosialisasi Program KKBPK di Solok, Ini Pesan Suir Syam untuk Orangtua dalam Menghadapi Bonus Demografi 2025-2030

Anggota Komisi IX DPR, Suir Syan saat menjadi pemateri pada sosialisasi yang digelar BKKBN di Bukit Sundi, Kabupaten Solok.
Anggota Komisi IX DPR, Suir Syan saat menjadi pemateri pada sosialisasi yang digelar BKKBN di Bukit Sundi, Kabupaten Solok. (Ist)

SOLOK, KLIKPOSITIF - Anggota DPR RI Komisi IX, Suir Syam, meminta agar masyarakat meningkatkan kualiasi sumber daya manusia (SDM) untuk memetik manfaat bonus demografi yang diperkirakan, bakal terjadi pada 2025-2030.

Hal ini disampaikannya saat Sosialisasi Advokasi dan KIE Program KKBPK Bersama Mitra Kerja dengan tema 'Raih Bonus Demografi dengan Sumber Daya Manusia yang berkualitas yang digelar BKKBN di Nagari Bukit Tendeng, Kecamatan Bukit Sundi, Kabupaten Solok , Kamis, 28 Maret 2019.

baca juga: Tanggapi Skema New Normal, Fadli Zon: Rakyat Bukan Kelinci Percobaan

Dalam sosialisasi dengan tema "Raih Bonus Demografi dengan SDM yang Berkualitas" itu, turut hadir sejumlah perwakilan dari OPD terkait di lingkungan Kabupaten Solok , perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Barat, dan sejumlah perwakilan Pemerintahan Nagari di lingkungan Kecamatan Bukit Sundi.

Dikatakan Suir Syam, bonus demografi merupakan peluang yang dinikmati suatu negara sebagai akibat dari besarnya proporsi penduduk produktif (rentang usia 15-64 tahun) dibandingkan dengan penduduk usia nonproduktif (usia kurang dari 15 tahun dan di atas 65 tahun).

baca juga: Dirut Baru TVRI Pernah Jadi Kontributor Playboy, Jansen: Apa Tidak Ada yang Lain?

Oleh sebab itu, mantan Walikota Padang Panjang dua periode itu menyebut bahwa SDM perlu ditekankan dalam menghadapi bonus demografi, agar penduduk produktif mempunyai kompetensi dan keahlian, sehingga tenaga kerja memiliki sikap yang positif, optimistis, kreatif, dan bersedia maju.

"Jadi, mari manfaatkan bonus demografi dengan baik, agar berdampak luas secara jangka panjang untuk pertumbuhan ekonomi. Namun sebaliknya, jika tanpa strategi yang matang, maka bonus demografi dapat berdampak negatif bagi Indonesia," ujarnya.

baca juga: Zona Merah Corona Ciptakan Zona Merah Ekonomi

Di sisi lain, Suir Syam juga berharap agar masyarakat Kabupaten Solok yang hadir pada acara sosialisasi yang ditaja BKKBN tersebut, untuk ikut mendorong program BKKBN dalam mengendalikan jumlah penduduk di Indonesia, karena saat ini, Indonesia berada di peringkat empat jumlah penduduk paling banyak di dunia.

"Jumpah penduduk di Indonesia sekarang ini sekitar 260 juta jiwa. Jumlah ini harus dikendalikan. Saya berharap agar kita semua, mendorong program-program yang ada di BKKBN , karena salah satu tujuan dari program tersebut, yaitu mengendalikan jumlah penduduk," katanya.

baca juga: Displin Ketat Kunci Pemberlakuan 'New Normal'

Salah satu cara mengendalikan jumlah penduduk tersebut, kata Suir Syam melanjutkan, yaitu para peserta sosialisasi yang hadir ini, bisa menjadi pelopor program dua anak cukup. "Minimal, jadi pelopor bagi keluarganya, dan kalau bisa bagi lingkungan tempat tinggalnya," ujar Iqbal.

Menurut penelitian, tambahnya, kalau anak dua, maka orang tua bisa memberikan perhatian dan pendidikan yang lebih baik kepada anaknya. Dan tentunya, dengan dua anak cukup, maka anak-anak bisa mejadi generasi mandiri dan membagakan keluarganya, saudaranya, dan diharapkan bisa menjadi pemimpin di masa akan datang.

"Pengendelaian jumlah penduduk melalui gerakan dua anak cukup, itu juga sejalan dengan persiapan dalam menghadapi bonus demografi yang aakan terjadi 2025 mendatang, karena dengan dua anak cukup, orangtua bisa lebiih maksimal untuk meningkatkan sumber daya anaknya sejak dini," pungkas Suir Syam.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Sumatera Barat, Syahfrudin, berharap agar sosialisasi ini dapat menambah pengetahuan orangtua, dan diharapkan juga, pengetahuan tersebut dapat diimplementasikan di lingkungan tempat tinggalnya. "Minimal di lingkungan keluarga kita sendiri," katanya.

Sosialisasi Advokasi dan KIE Program KKBPK Bersama Mitra ini, tambahnya, digelar diberbagai lokasi di Provinsi Sumatera Barat sejak akhir Februari 2019. Pada sosialisasi tersebut, BKKBN juga mengundang seluruh mitra kerja, termasuk emak-emak.

"Emak-emak kami undang, karena mereka juga bagian dari mitra kerja kita. Melalui orang tua, diharapkan upaya pengendalian jumlah penduduk melalui BKKBN dapat terwujud, karena saat ini populasi penduduk Indonesia nomor empat terbanyak di dunia," tuturnya.(*)

Penulis: Riki S