BKKBN Adakan Sosialisasi Program KKBPK di Solok, Ini Pesan Suir Syam untuk Orangtua dalam Menghadapi Bonus Demografi 2025-2030

"Jadi, mari manfaatkan bonus demografi dengan baik, agar berdampak luas secara jangka panjang untuk pertumbuhan ekonomi. Namun sebaliknya, jika tanpa strategi yang matang, maka bonus demografi dapat berdampak negatif bagi Indonesia"
Anggota Komisi IX DPR, Suir Syan saat menjadi pemateri pada sosialisasi yang digelar BKKBN di Bukit Sundi, Kabupaten Solok. (Ist)
sekarang ini sekitar 260 juta jiwa. Jumlah ini harus dikendalikan. Saya berharap agar kita semua, mendorong program-program yang ada di BKKBN, karena salah satu tujuan dari program tersebut, yaitu mengendalikan jumlah penduduk," katanya.

Salah satu cara mengendalikan jumlah penduduk tersebut, kata Suir Syam melanjutkan, yaitu para peserta sosialisasi yang hadir ini, bisa menjadi pelopor program dua anak cukup. "Minimal, jadi pelopor bagi keluarganya, dan kalau bisa bagi lingkungan tempat tinggalnya," ujar Iqbal.

Menurut penelitian, tambahnya, kalau anak dua, maka orang tua bisa memberikan perhatian dan pendidikan yang lebih baik kepada anaknya. Dan tentunya, dengan dua anak cukup, maka anak-anak bisa mejadi generasi mandiri dan membagakan keluarganya, saudaranya, dan diharapkan bisa menjadi pemimpin di masa akan datang.

"Pengendelaian jumlah penduduk melalui gerakan dua anak cukup, itu juga sejalan dengan persiapan dalam menghadapi bonus demografi yang aakan terjadi 2025 mendatang, karena dengan dua anak cukup, orangtua bisa lebiih maksimal untuk meningkatkan sumber daya anaknya sejak dini," pungkas Suir Syam.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Sumatera Barat, Syahfrudin, berharap agar sosialisasi ini dapat menambah pengetahuan orangtua, dan diharapkan juga, pengetahuan tersebut dapat diimplementasikan di lingkungan tempat tinggalnya. "Minimal di lingkungan keluarga kita sendiri," katanya.

Sosialisasi Advokasi dan KIE Program KKBPK Bersama Mitra ini, tambahnya, digelar diberbagai lokasi di Provinsi Sumatera Barat sejak akhir Februari 2019. Pada sosialisasi tersebut, BKKBN juga mengundang seluruh mitra kerja, termasuk emak-emak.

"Emak-emak kami undang, karena mereka juga bagian dari mitra kerja kita. Melalui orang tua, diharapkan upaya pengendalian jumlah penduduk melalui BKKBN dapat terwujud, karena saat ini populasi penduduk Indonesia nomor empat terbanyak di dunia," tuturnya.(*)