Wujudkan Penduduk Tumbuh Seimbang, BKKBN Soialisasikan Program KKBPK di Sijunjung

"Selain menjadi upaya dalam mewujudkan penduduk tumbuh seimbang, program KKBPK tersebut juga dapat mendorong keluarga agar lebih sejahtera"
Anggota Komisi IX DPR RI, betti Shadiq pasadigue saat mengahadiri sosialisasi program KKBPK yang digelar BKKBN di Muaro Sijunjung

SIJUNJUNG, KLIKPOSITIF - Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) yang terus disosialisasikan oleh BKKBN, merupakan salah satu upaya dalam mewujudkan penduduk tumbuh seimbang, sehingga tercipta keluarga yang berkualitas.

Hal ini disampaikan anggota DPR RI, Betti Shadiq Pasadigue saat menghadiri Sosialisasi Advokasi dan KIE Program KKBPK yang digelar BKKBN di Muara Sijunjung, Kabupaten Sijunjung, Provinsi Sumbar, Jumat, 29 maret 2019.

Menurut Betti, selain menjadi upaya dalam mewujudkan penduduk tumbuh seimbang, program KKBPK tersebut juga dapat mendorong keluarga agar lebih sejahtera. Apalagi, kata dia, program ini juga dapat mempengaruhi program-program BKKBN lainnya dalam mengendalikan jumlah penduduk.

"Memang BKKBN bertugas mengendalikan jumlah penduduk melalui berbagai program, termasuk KKBPK, namun yang perlu ditekankan, tujuan dari berbagai program tersebut bukan untuk membatasi kelahiran, tapi untuk mengatur dan merencanakan kelahiran secara bijaksana, sehingga lahir anak-anak yang sehat dan cerdas," ujarnya.

Anggota Komisi IX itu beraharap pemerintah daerah, terutama Pemkab Sijunjung, dan masyarakat Sijunjung, mendukung program KKBPK ini terlaksana dengan baik, serta terintegrasi dengan program pembangunan lintas sektor lainnya, terutaa dalam menghadapi bonus demografi yang diperkirakan akan terjadi pada 2025-2030.

Bonus demografi ini, tambahnya, merupakan kondisi di mana usia produktif (15-64 tahun) lebih banyak dibangingkan usia nonproduktif (1-14 tahun dan 65 tahun ke atas). Untuk itu, mari bersama-sama mendukung setiap program BKKBN, termasuk program KKBPK ini.

"Jika kita bersama-sama mendukung semua program dari BKKBN, maka masa bonus demografi yang diperkirakan terjadi pada 2025-2030, bisa-bisa nantinya akan lebih panjang dari yang diperkirakan, dan tentunya akan memberi dampak yang lebih baik bagi pembangunan kesejahteraan," harapnya.

Seperti ... Baca halaman selanjutnya