Wagub Sumbar : Pecandu Narkoba dan LGBT Tak Diberi Peluang Magang ke Jepang

Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit
Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir )

PADANG, KLIKPOSITIF - Perang terhadap Narkoba dan LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender) terus didengungkan Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit. Kali ini Wagub mengancam pelaku prilaku menyimpang tersebut dengan tidak memberikan kesempatan magang ke Jepang.

"Kalau ada calon peserta magang ke Jepang yang kecanduan dengan narkoba dan penyimpangan sexual seperti LGBT , harus diberhentikan saat ini juga," tegasnya saat pembukaan calon peserta seleksi magang ke Jepang di Aula Dinas Tenaga kerja dan transmigrasi provinsi Sumbar, Senin 1 April 2019.

baca juga: Hari Kedua PSBB di Sumbar, Wakil Gubernur Nasrul Abit Kunjungi Posko Perbatasan Lima Puluh Kota

Dilanjutkannya, hal itu harus menjadi perhatian bagi tim Kementerian Tenaga Kerja dan Dinas Tenaga Kerja Provinsi, apabila ada diantara calon peserta yang kedapatan pecandu narkoba dan LGBT harus segera dikeluarkan.

"Sekali lagi saya minta harus segera kita keluarkan, karena ini menyangkut nama baik Indonesia dan nama Sumbar nantinya," ujarnya.

baca juga: Update COVID-19 4 April di Sumbar, Tidak Ada Penambahan Positif, ODP Bertambah Jadi 2.378, PDP 73

Menurut Nasrul Abit, Program pemagangan ke Jepang telah menjadi solusi dalam memberikan kesempatan kepada pencari kerja untuk meningkatkan keterampilan sehingga dapat bersaing memasuki pasar kerja.

"Jepang terkenal dengan kedisiplinan kerjanya, maka harus disiapkan tenaga kerja yang baik dan benar," tukasnya.

baca juga: DPRD Minta Pemkab Serius Tangani Kasus LGBT di Kabupaten Solok

Sementara Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sumbar, Nazrizal, menyampaikan, pelaksanaan seleksi calon peserta magang ke Jepang bertujuan untuk menyaring dan mempersiapkan bagi calon peserta untuk siap secara fisik dan mental selama tiga tahun.

"Seleksi dilaksanakan selama lima hari (dari 1 - 5 April 2019 di Aula Disnakertrans. Tercatat ada 200 orang calon peserta, harapan kami calon peserta dapat menguasai materi-materi yang diberikan oleh Kementerian," kata Nazrizal.

baca juga: Pasangan Homo Digerebek Warga di Musala, Satu di Bawah Umur

Nazrizal juga menyampaikan, Jepang sangat potensial dan menjanjikan bagi pencari kerja. Namun persoalan saat ini adalah masih kurangnya peminat dan kemampuan peserta dari Sumbar untuk menembus proses yang ditetapkan oleh tim pusat.

"Permasalahan yang ditemui adalah masih banyak peserta yang belum menyiapkan diri untuk menguasai materi-materi pada tahapan proses seleksi," katanya. (*)

Penulis: Joni Abdul Kasir