Penyebab Perubahan Air Danau Diateh Masih Tanda Tanya, DLH Solok Tunggu Instruksi Pemprov Sumbar

"untuk uji biologis air, sampel tengah dalam analisa dinas kesehatan provinsi Sumbar dan dan penelitian kandungan mikrobiologis tengah dilakukan di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Unand."
Kondisi Air Danau Diateh yang keruh dan berbau amis. (Ist)

SOLOK, KLIKPOSITIF -- Fenomena perubahan warna dan bau air danau Diateh, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok masih dalam penelitian Pemkab Solok bersama Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Barat.

Sedikitnya tiga sampel air danau sudah dalam penelitian oleh sejumlah ahli di lembaga terkait. Untuk penelitian kandungan zat kimia langsung ditangani DLH Provinsi Sumbar.

Sementara untuk uji biologis air, sampel tengah dalam analisa dinas kesehatan provinsi Sumbar dan dan penelitian kandungan mikrobiologis tengah dilakukan di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Unand.

BACA JUGA: Pemkab Solok Masih Dalami Penyebab Perubahan Air Danau Diateh

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Solok, Zulhendri menyebut pihaknya masih menunggu hasil penelitian terhadap sampel air danau yang dikirim.

"Kita masih menunggu hasil penelitian bersama oleh tim ahli masing-masing lembaga, dari uji lab ini nantinya diharapkan dapat disimpulkan penyebab terjadinya perubahan air," sebut Zulhendri, Kamis (4/4).

Diakuinya, secara awam memang sulit disimpulkan penyebab fenomena tersebut, beragam asumsi dari berbagai pihak mencuat. Salah satu faktor pemicu diyakini akibat pemakaian pupuk kimia disekitar lokasi danau.

Perubahan warna dan bau diduga juga akibat pesatnya pertumbuhan sejenis Alga sehingga memicu bau amis. Ada juga yang berpendapat fenomena dipicu akibat gejala alam berupa patahan bawah danau.

"Untuk kepastiannya, kita tunggu kesimpulan dari hasil penelitian yang dilakukan oleh tim ahli," sebut Zulhendri.

BACA JUGA: Fenomena Aneh Danau Diateh Solok, Masyarakat Takut Menangkap Ikan

Untuk ... Baca halaman selanjutnya