Wagub Sumbar Minta BPBD Terus Gencarkan Sosialisasi Kebencanaan

Penaman pohon pelindung sebagai mitigasi bencana di Pantai Padang
Penaman pohon pelindung sebagai mitigasi bencana di Pantai Padang (KLIKPOSITIF/Halbert Chaniago )

PADANG, KLIKPOSITIF - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatra Barat (Sumbar) terus mengencarkan sosialisasi dan pelatihan kebencanaan. Apalagi, Sumbar termasuk daerah yang rawan bencana.

"Kita minta BPBD terus mengencarkan sosialisasi dan pelatihan kebencanaan kepada stakeholder terkait, namun juga melakukan aksi di lapangan," kata Wagub saat kegiatan peningkatan simulasi dan pelatihan kebencanaan, Kamis (4/4) di Hotel Kriyad Bumiminang.

Dilanjutkan Wagub, sudah ada beberapa daerah yang lakukan sosialisasi langsung ke lapangan, contohnya Kota Padang dengan melakukan sosialisasi kebencanaan ke rumah dan sekolah.

baca juga: BPBD Sumbar Apresiasi Biro Humas Semprotkan Disinfektan Kenderaan Operasional Pencegahan COVID-19

"Padang sudah lakukan sosialisasi ke lapangan, bahkan sudah 30ribu rumah dan 100 sekolah diberikan pelatihan dan sosialisasi kebencanaan, maka untuk itu diharapkan daerah lain juga lakukan hal yang sama. Langsung berikan pemahaman ke masyarakat," ungkapnya.

Selain terjun langsung ke lapangan dengan berikan sosialisasi ke masyarakat, pihaknya juga bersama stakeholder terkait telah melakukan penanaman pohon disepanjang pesisir pantai di Sumbar. 

baca juga: Wagub Sumbar: WN Irlandia yang Positif COVID-19 Sudah Berpindah-pindah Hotel di Padang

"Kita telah lakukan penanaman pohon di sepanjang pesisir pantai Sumbar, untuk itu kita minta kepala daerah agar mengajukan permohonan penanaman pohon ke Korem agar disiapkan bibit untuk ditanam," ulasnya.

Dikatakannya, dari penelitian ketahanan pohon lebih kuat daripada batu grip untuk menahan gelombang air laut. Batu grip hanya memecah, namun jika pohon akan menahan laju air yang naik kedaratan.

baca juga: APD Lengkap, Kalaksa BPBD Sumbar: Dibagikan Bertahap

"Lebih kuat pohon menahan laju gelombang air laut daripada batu grip, itu berdasarkan penelitian dari BNPB," tukasnya.

Sementara Kalaksa BPBD Sumbar Erman Rahman menyampaikan kegiatan yang diadakan selama tiga hari ini dari tanggal 4 hingga 6 April 2019 ini.

baca juga: BPBD Sumbar Lengkapi APD Kebutuhan Medis Sebulan

Sosialisasi diharapkan dapat meningkatkan pemahaman kebencanaan stakeholder terkait dalam penanggulangan potensi bencana terutama terkait rencana kontijensi, sop dan ews tsunami.

"Sehingga, penanganan darurat kebencanaan berjalan secara efektif dan terkoordinasi," ujarnya. (*)

Penulis: Joni Abdul Kasir