Boeing Pangkas Produksi 737 MAX Setelah Dua Kecelakaan Mematikan

"Produksi akan dipotong menjadi 42 pesawat per bulan dari 52 mulai pertengahan April"
Boeing Co berencana untuk memotong produksi pesawat 737 bulanannya hampir 20 persen setelah dua kecelakaan yang mematikan (DW)

KLIKPOSITIF - Boeing Co berencana untuk memotong produksi pesawat 737 bulanannya hampir 20 persen setelah dua kecelakaan yang mematikan, Jumat, 5 April 2019.

Pengiriman pesawat terlaris Boeing dibekukan setelah landasan global model pesawat sempit menyusul jatuhnya jet Ethiopian Airlines pada 10 Maret, mengakibatkan 157 orang meninggal dunia.

"Produksi akan dipotong menjadi 42 pesawat per bulan dari 52 mulai pertengahan April," kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan.

Pejabat AS dan maskapai penerbangan mengatakan mereka sekarang percaya pesawat itu bisa di-grounded selama setidaknya dua bulan, tetapi grounding yang lebih lama adalah kemungkinan yang serius.

Kecelakaan di Ethiopia dan kecelakaan pesawat Lion Air di Indonesia Oktober lalu menyebabkan 189 orang meninggal dunia telah membuat pembuat pesawat terbesar di dunia dalam krisis.

Chief Executive Officer Dennis Muilenburg mengatakan perusahaan sekarang tahu bahwa serangkaian peristiwa menyebabkan kedua bencana, dengan aktivasi yang keliru dari apa yang disebut perangkat lunak anti-kios MCAS "link umum" antara keduanya.

Dilansir dari laman reuters, Boeing mengatakan tidak akan mengurangi pekerjaan pada tingkat produksi baru dan akan bekerja untuk meminimalkan dampak finansial. Dewan perusahaan akan membentuk komite untuk meninjau bagaimana perusahaan merancang dan mengembangkan pesawat terbang, kata Muilenburg. Grup ini akan merekomendasikan perbaikan pada kebijakan dan prosedur kami untuk 737 MAX dan program pesawat lainnya.

Boeing mengatakan pihaknya terus membuat kemajuan pada pembaruan perangkat lunak 737 MAX untuk mencegah kecelakaan lebih lanjut. Saham Boeing Co turun sekitar dua persen setelah pasar tutup pada hari Jumat. Sementara jumlah pesawat 737 MAX yang di-grounded hanya lebih dari 370, hampir 5.000 lebih siap.