Tahun Ini, 1.005 Unit Rumah Masuk Program BSPS di Sijunjung

"Sudah ada 635 kepala keluarga (KK) yang telah diverifikasi oleh fasilitator yang bekerjasama dengan walinagari untuk menentukan rumah-rumah yang mendapatkan bantuan"
Sosialisasi BSPS di Kabupaten Sijunjung (Istimewa)

SIJUNJUNG, KLIKPOSITIF -- Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (Perkim-LH) Kabupaten Sijunjung, Riky Mainaldi Neri mengatakan, di tahun 2019, pihaknya akan membedah 1.005 unit rumah tidak layak huni.

Bedah rumah tidak layak huni tersebut, merupakan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang dananya berasal dari Pemerintah Pusat.

"Program BSPS ini merupakan salah satu program Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk mengatasi permasalahan rumah tidak layak huni dengan melibatkan partisipasi dan keswadayaan masyarakat penerima bantuan," katanya di Sijunjung, Sabtu 6 April 2019.

Riki menambahkan, 1005 unit rumah tersebut merupakan untuk tahap I yang terbagi di 8 kecamatan di Kabupaten Sijunjung.

"Sudah ada 635 kepala keluarga (KK) yang telah diverifikasi oleh fasilitator yang bekerjasama dengan walinagari untuk menentukan rumah-rumah yang mendapatkan bantuan," tambahnya.

"Masing-masing nagari mendapat bantuan sebanyak 20 KK. Nominal bantauan setiap rumah dari program BSPS sebesar Rp17.5 juta, dengan rincian Rp15 juta untuk material bangunan dan Rp2,5 juta untuk upah tukang," sambungnya.

Sementara itu, Bupati Sijunjung Yuswir Arifin mey, bahwa untuk tahun 2019 Kabupaten Sijunjung mendapatkan bantuan terbesar dibanding daerah lain di Sumatera Barat.

"Diharapkan, program BSPS ini bisa meringankan beban masyarakat yang membutuhkan bantuan dalam meningkatkan kualitas rumah, sehingga rumah dari tidak layak huni menjadi layak huni yang permanen dan pengerjaannya sebaiknya dilakukan secara bergotong royong," kata Yuswir.(*)