Wajib Latih Penanggulangan Bencana, Persiapkan Warga Menjadi Tanggap dan Tangguh

"Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) dibawah Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menginisiasi kegiatan ini sebagai upaya penguatan kapasitas masyarakat di Kawasan Rawan Bencana."
Ilustrasi (KLIKPOSITIF)

KLIKPOSITIF -- Menjadi negara dengan lintasan ring of fire membuat Indonesia menjadi negara dengan potensi bencana alam dan geologi yang cukup besar. Indonesia juga terletak pada jalur interaksi antara tiga lempeng tektonik yaitu Lempeng Eurasia, Lempeng Samudera Indo-Australia dan Lempeng Pasifik membuat Indonesia tidak asing dengan ancaman gempa bumi, tsunami, letusan gunungapi maupun tanah longsor.

Sampai dengan saat ini memang belum ada alat yang dapat memprediksi datangnya bencana geologi secara pasti. Pemerintah dan pihak terkait hanya dapat melakukan prediksi tapi kepastian waktu datangnya bencana geologi. Masyarakat harus mempersiapkan diri mengghadapi situasi paling buruk saat terdampak bencana geologi. Sudah terlanjur mencintai kampung halamannya, warga di kawasan rawan bencana pun jarang yang beranjak pergi sebelum bahaya benar-benar mengancam.

"Hidup di lereng Merapi ini untuk mencari ketenangan, ketenangan hati," ungkap Mbah Hadi Prayitno (70 tahun), seorang warga yang tinggal dan berpenghidupan di salah satu gunung api paling aktif di dunia, Gunung Merapi.

Gunung Merapi memiliki periode statistik letusan rata-rata 4 tahun sekali, dimana tahun 2010 mengakibatkan jatuhnya 398 korban jiwa, kerugian mencapai 7,1 triliun, dan sampai dengan sekarang terdapat lebih dari 300 ribu jiwa yang bermukim di wilayah Kawasan Rawan Bencana G.Merapi. Lereng selatan di wilayah Kabupaten Sleman saat ini memiliki tingkat resiko paling tinggi karena terdapat lebih dari 3500 jiwa masih tinggal di Kawasan Rawan Bencana (KRB).

Menyadari pentingnya kesiapan diri dalam menghadapi bencana geologi, pada tahun 2008 dibentuk Forum Merapi yang dikenal sebagai Forum Pengurangan Risiko Bencana (PRB) yang diprakarsai oleh 4 kabupaten yaitu Kabupaten Sleman, Magelang, Boyolali dan Kabupaten Klaten bekerja sama dengan Badan Geologi didukung oleh lembaga non pemerintah antara lain UNDP, GTZ, PSMB UPN dll. Untuk memperkuat forum ini, ... Baca halaman selanjutnya