Pencoblosan Makin Dekat, Pengamat : Komunikasi Face To Face Paling Ampuh Meraup Suara

Ilustrasi/KLIKPOSITIF
Ilustrasi/KLIKPOSITIF (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir )

PADANG, KLIKPOSITIF - Tinggal 9 hari lagi akan dilaksanakan pencoblosan, berselang waktu yang singkat itu, masih ada peluang bagi Calon Anggota Legislatif ( Caleg ) untuk merebut suara pemilih. Hanya saja, peluang itu sangat tipis.

Hal itu disampaikan pengamat politik Universitas Andalas (Unand), Najmuddin M Rasul. "Saat sudah dekat waktunya pemilu, peluang (meraih suara rakyat) masih ada, namun agak kecil," ujarnya, Senin, 8 April 2019.

baca juga: Terbukti Langgar Kode Etik, Ketua KPU Limapuluh Kota Dijatuhi Sanksi Peringatan Keras

Dibeberkannya, beberapa strategi yang perlu dilakukan diantaranya kampanye yang bertemu langsung atau face to face communication. Sebab hal itu lebih bagus karena bisa berdialog. Apalagi dengan masyarakat yang mulai semakin rasional.

"Yang paling realistis untuk dilakukan partai politik dan caleg saat ini adalah kampanye secara langsung dengan cara menemui masyarakat secara 'face to face'. Jadi jelas, kalau mereka mampu komunikasi secara face to face maka akan berdampak baik untuk pihaknya," tutur Najmuddin.

baca juga: Gelar Sosialisasi, Bawaslu Agam Beberkan Laporan Dugaan Pelanggaran Pemilu 2019

Dilanjutkannya, Caleg herus bekerja keras merayu kepercayaan rakyat di tengah kecenderungan apatisme politik dan golput. Apalagi, kemeriahan kampanye sudah dibabat habis oleh kampanye Pemilihan Presiden (Pilpres).

Seharusnya, sosialisasi partai politik dilakukan sejak jauh-jauh hari, bukan harus menunggu masa kampanye tiba. Karena, saat ini trennya sudah berubah.

baca juga: Singgung Hasil Pilpres, Sandiaga Uno Minta Pendukung Move On

"Dengan waktu yang sedikit ini maka dibutuhkan strategi yang unik agar partai politik tidak khawatir akan ditinggalkan masyarakat pemilih. Mereka harus melakukan komunikasi politik secara intensif," ujar Najmuddin.

Kemudian, media sosial (medsos). Karena, medsos masih menjadi sumber utama masyarakat, apalagi generasi millenial dalam memperoleh informasi. Menurut dia, medsos potensial untuk meningkatkan partisipasi pemilih dalam pemilu. Caleg harus menyentuh ranah tersebut.

baca juga: Bawaslu Sumbar Proses 205 Laporan dan Temuan Dugaan Pelanggaran Pemilu 2019

" Caleg harus dapat meyakinkan para pemilih agar berpatisipasi dalam pemilu 2019 . Dengan waktu yang singkat, mereka harus bekerja keras dalam hal tersebut," kata Najmuddin.

Selanjutnya, Caleg harus menyampaikan pesan politik secara rasional kepada masyarakat, dan bisa diwujudkan, serta dapat dijelaskan secara logis yang didasari oleh identifikasi akar masalah yang benar sehingga dapat menarik simpati pemilih, dan ditagih ketika mereka terpilih.

" Caleg petahana, maka harus bisa menjaga kinerjanya selama ini. Karena, petahana yang layak dipilih adalah mereka yang selalu menyatu dengan masyarakat, dan rajin berdiskusi politik dengan rakyat. Kalau tidak ada, buat acara diskusi," tukas Najmuddin. 

Penulis: Joni Abdul Kasir