Penertiban Keramba Ikan Danau Maninjau Dilaksanakan Pertengahan Tahun Ini

Keramba Ikan di pinggir danau Maninjau
Keramba Ikan di pinggir danau Maninjau (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir )

PADANG, KLIKPOSITIF - Nota kesepakatan tentang penyelamatan danau prioritas nasional ditandatangani. Termasuk danau Maninjau dalam kesepakatan tersebut. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) bersama Kabupaten Agam mengambil langka-langkah cepat untuk menindaklanjuti hal tersebut.

Hasil pertemuan Pemprov Sumbar dan Pemkab Agam , kedepan akan membentuk tim kecil untuk menginventarisir seluruh persolan yang ada di danau Maninjau.

baca juga: Sekda Agam Diperiksa Polisi Terkait Dugaan Pencemaran Nama Baik di Medsos

"Seminggu kedepan tim ini sudah terbentuk, terdiri dari jajaran Pemprov Sumbar dan Pemkab Agam ," ujar Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit, Selasa, 9 April 2019.

Nasrul juga mengatakan agar nanti saat action dilapangan tidak bertentangan dengan hukum, maka perlu juga dibuatkan payung hukumnya, agar selama bekerja dapat memberikan rasa nyaman kepada tim tersebut.

baca juga: BLT Kabupaten Agam Mulai Disalurkan, Indra Catri: Ini Melengkapi Bantuan Sebelumnya

Dijelaskannya, langkah selanjutnya dengan dilakukan penertiban keramba. Namun sebelum itu dilakukan, perlu duduk bersama Forkopimda Provinsi dan Agam , tokoh agama dan adat serta peneliti untuk melakukan kajian-kajian dengan mempertimbangkan aspek positif dan negatifnya.

"Penertiban tersebut kita rencanakan Juni atau Juli tahun ini. Bagi keramba-keramba yang tidak jelas kepemilikannya, maka akan dibereskan," katanya.

baca juga: Tak Pandai Berenang, Seorang Anak Tenggelam di Bendungan Matur Agam

Namun, yang lebih terpenting dalam penertiban tersebut nantinya tidak menghilangkan mata pencaharian masyarakat selama ini yang bertumpu kepada keramba. Jangan sampai penertiban menyelesaikan masalah tapi malah memambah permasalahan.

"Kita harus mencarikan mata pencaharian yang lain dan butuh sosialisasi kepada masyarakat agar bisa memahami bersama-sama bahwa penyelamatan Danau ini adalah kepentingan bersama, bukan kepentingan perorangan," sebutnya.

baca juga: Objek Wisata di Agam Tutup Selama Libur Lebaran, Pelaku Wisata Konsisten Jalankan PSBB

Terakhir, Wagub mengatakan untuk meyelamatkan Danau Maninjau salah langkah yang perlu diambil adalah dengan mengurangi jumlah keramba yang ada.

"Jumlah keramba yang ada sekarang sebanyak sekitar 17.500 dan harus kita kurangi menjadi 6.000" ungkapnya.

Sementara Bupati Agam Indra Catri menjelaskan, langkah awal yang sudah dilakukan dalam penyelamatkan Danau Maninjau adalah dengan membersihkan pinggiran Danau serta memberikan lapangan kerja alternatif yang tidak memberikan tekanan kepada Danau .

"Anggaran untuk hal tersebut diambil dari anggaran Nagari, dan 9 (sembilan) Nagari yang ada disekitar Danau tersebut sudah bergerak untuk save maninjau" ujarnya.

Apabila permasalahan ini selesai, Kedepannya dia berharap Danau ini akan menjadi penggerak ekonomi masyarakat yang lebih menjanjikan tanpa merusak.

"Sektor Pariwisata serta sektor industri pengelolaan ikan pasca panen. Saat ini kami sudah membangun dermaga-dermaga disetiap Nagari, hal ini tentunya akan lebih mendukung pariwisata kami kedepannya" ucapnya.

Sebelumya, Selasa (26/3/2019) sebanyak 7 (tujuh) Gubernur dan 5 (lima) bupati se-Indonesia menandatangani Kesepakatan tentang Penyelamatan Danau Prioritas Nasional di Gedung Manggala Whanabhakti Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Jakarta.

Gubernur yang menandatangi adalah Gubernur Sumatera Barat, Sumatera Utara, Jambi, Sulawesi Selatan, Gorontalo, Sulawesi Tengah dan Papua. Sementara itu 5 (lima) Bupati yang menandatangi adalah Bupati Agam , Bangli, Kapuas Hulu, Luwu Timur, Minahasa. (*)

Penulis: Joni Abdul Kasir