Dishub Pariaman Kehabisan Buku KIR

Salah seorang sopir memperlihatkan masa berlaku buku KIR-nya yang telah mencapai batas waktu.
Salah seorang sopir memperlihatkan masa berlaku buku KIR-nya yang telah mencapai batas waktu. (KLIKPOSITIF/Rendi)

PARIAMAN, KLIKPOSITIF  Sudah satu pekan ini, pemilik kendaraan di wilayah Pariaman tidak dapat memperpanjang buku KIR kendaraan. Pasalnya Pemerintahan Kota Pariaman kehabisan buku KIR atau Buku Pemeriksaan Kendaraan.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Pariaman , Yota Balad mengatakan, pihaknya sudah mengupayakan agar ketersediaan buku KIR terpenuhi secepat mungkin.

baca juga: PAD Kota Pariaman Capai Rp36 Miliar dari Rp42 Miliar yang Ditargetkan

"Kami sudah pesan buku KIR itu ke Jakarta semenjak dua minggu lalu," kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Pariaman Yota Balad, melalui telpon seluler, Rabu 10 April 2019.

Namun hingga saat ini buku KIR yang dipesan tersebut belum juga sampai kepada pihaknya sehingga dalam sepekan ini pemilik kendaraan tidak dapat memperpanjang izin kir.

baca juga: Polisi Tangkap Pengedar Sabu di Pariaman

Dikatakannya juga untuk mengatasi hal tersebut mulai hari ini pihaknya mengeluarkan surat keterangan sementara yang dapat digunakan hingga buku KIR yang diajukan ke pusat tiba di wilayahnya.

"Tadi sudah saya perintahkan petugas untuk dapat mengeluarkan surat keterangan sementara," jelasnya.

baca juga: Kabar Baik dari Pariaman, Satu Pasien COVID-19 Dinyatakan Sembuh

Ia menyampaikan kehabisan buku KIR di Kota Pariaman tersebut belum pernah terjadi sebelumnya sehingga untuk mengatasinya dengan mengeluarkan surat keterangan.

Karena kehabisan buku kir tersebut pemilik kendaraan barang di Kota Pariaman kesulitan membawa kendaraannya untuk keperluan usaha.

baca juga: Pemko Pariaman Ajak Pengusaha Hotel Ikut Tangani Pandemic Covid-19

Sementara itu warga yang mengurus KIR mobilnya, Rafki (47) mengatakan pihaknya memiliki satu truk dan tiga pick up yang mana masa aktif KIR kendaraannya habis secara bersamaan.

"Seminggu lalu saya mengurus perpanjangannya, namun tidak bisa karena buku kir habis," ujarnya kepada awak media di lokasi Dinas Perhubungan Pariaman.

Saat itu, katanya lagi, pihak Dinas Perhubungan tidak mau mengeluarkan surat keterangan sementara sehingga dirinya ketakutan untuk membawa truk dan pick up.

[Rendi]

Penulis: Pundi F Akbar