Bawaslu Kota Pariaman Temukan Tiga Pelanggaran Kampanye, "Serangan Fajar" Jadi Momok

"Mulai pada tanggal 14 sampai 16 April kami akan mengadakan apel dan sidak. Seluruh jajaran Bawaslu akan melakukan itu. Tujuannya tentu untuk memberantas politik uang dan serangan fajar"
Ilustrasi (Net)

PARIAMAN, KLIKPOSITIF -- Ketua Bawaslu Kota Pariaman, Riswan menyebutkan, selama kampanye politik tahun ada tiga pelanggaran kampanye yang ditemukan pihaknya didaerah itu.

Riswan merinci dari tiga pelanggaran tersebut yaitu, dua pelanggaran kode etik penyelenggara pemilu dan satu pelanggaran Aparat Sipil Negara.

"Ketiga pelanggaran itu sudah kami adukan ke pihak yang berwenang. Satu diantaranya sudah kami terima putusan itu terkait Abrar Aziz yang dicopot sebagai ketua KPU," kata Riswan saat ditemui Klikpositif, Kamis 11 April 2019.

Selanjutnya, kata Riswan, pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh penyelenggara pemilu lainnya sudah kami ajukan dan masih menunggu putusan dari DKPP.

"Yang ke tiga pelanggaran yang dilakukan oleh ASN. Kasus tersebut sudah kami adukan juga kepada Komisi ASN," jelasnya.

Sementara itu, terkait pendistribusian surat suara Riswan mengatakan bahwa KPU yang akan melakukannya secara langsung. "Ini menyikapi bahwa Kota Pariaman tidak begitu luas, maka KPU yang langsung mendistribusikannya," ungkapnya.

Selain itu, menyoal politik uang dan serangan fajar, Riswan mengaku perihal itu sudah menjadi momok dalam pemilu.

"Untuk itu kami telah mengatur berbagai strategi. Mulai pada tanggal 14 sampai 16 April kami akan mengadakan apel dan sidak. Seluruh jajaran Bawaslu akan melakukan itu. Tujuannya tentu untuk memberantas politik uang dan serangan fajar. Paling tidak mampu meminimalisir kecurangan tersebut," jelasnya. (Rahesa)