Ratusan Ton Sampah di TPA Regional Payakumbuh Belum Terkelola

"Hal itu belum bisa kami lakukan karena terbatasnya anggaran dan juga personel yang kami miliki untuk pengolahan sampah tersebut"
Mobil pembawa sampah saat membongkar muatan di TPA Regional Payakumbuh, Rabu (10/4). (KLIKPOSITIF/Taufik Hidayat)

PAYAKUMBUH, KLIKPOSITIF -- Minimnya Sumber Daya Manusia (SDM) dan ketersediaan anggaran membuat ratusan ton sampah yang setiap harinya masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional Payakumbuh di Kelurahan Padang Karambia Kecamatan Payakumbuh Selatan belum terkola.

Koordinator Unit TPA Regional Payakumbuh, Delma Usni menyebu, dari 250 ton sampah yang masuk setiap harinya cukup banyak yang bisa kembali didaur ulang, sehingga bisa memiliki nilai jual kembali.

"Namun hal itu belum bisa kami lakukan karena terbatasnya anggaran dan juga personel yang kami miliki untuk pengolahan sampah tersebut," katanya, Kamis 11 April 2019.

Dijelaskannya, untuk TPA Regional Payakumbuh sendiri sebenarnya sudah terdapat mesin pencacah sampah dan juga tempat untuk membuat kompos. Namun keberadaan alat tersebut belum bisa dimaksimalkan.

"Dulu pernah kita coba tapi tidah berjalan maksimal karena minimnya anggaran dan kami terpaksa untuk menghentikannya. Karena itu, sekarang para pemulung sekarang kita izinkan langsung ke landfield untuk memilah sampah yang mungkin masih bisa mereka manfaatkan," ujarnya.

Dijelaskannya, sampai saat ini jumlah personel yang ada di TPA Regional Payakumbuh itu hanya belasan orang. Itupun sebagian besar merupakan Tenaga Harian Lepas (THL).

"Yang berstatus sebagai ASN (Aparat Sipil Negara) hanya saya saja. Sisanya merupakan THL," terangnya.

Ia mengaku apabila sampah di TPA mencapai 250 ton perhari itu bisa dimanfaatkan atau didaur ulang akan bisa menambah pemasukan bagi TPA.

"Namun kami juga tidak bisa memaksakan untuk menjalankannya jika tak ada dukungan dari Pemprov Sumbar," jelasnya.

Ia menerangkan, pihaknya akan cukup terbuka apabila ada pihak swasta yang mau bekerja sama dengan TPA Regional Payakumbuh dalam mengelola sampah yang ada tersebut.

"Kalau ada pihak swasta yang tertarik sebagai investor tentu kita siap bekerja sama," ulasnya. (*)