Dinas DP3AP2KB Payakumbuh: Keberadaan Anak ABK Bukan Aib Keluarga

"Harapan kita semua lapisan masyarakat bisa menerima keberadaan ABK sehingga mereka dapat tumbuh dan berkembang dan berpartisipasi dengan wajar baik secara rohani, jasmani, maupun sosial sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan"
Sosialisasi anak ABK yang dilakukan DP3AP2KB Kota Payakumbuh. (Ist)

PAYAKUMBUH, KLIKPOSITIF -- Masih adanya paradigma di tengah-tengah masyarakat yang menilai keberadaan anak berkebutuhan khusus (ABK) sebagai sebuah beban jadi perhatian serius Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan KB (DP3AP2KB) Kota Payakumbuh.

Untuk merubah paradigma tersebut, DP3AP2KB Kota Payakumbuh melaksanakan kegiatan sosialisasi anak ABK di aula kantornya, Jumat (12/4). Sebagai nara sumber dalam kegiata itu dihadirkan Quartita Evari Hamdiana, SKM, MM selaku perwakilan dari Dinas PPPA Sumbar, selanjutnya Kepala Sekolah SLB Center Dewi Marza, dan terakhir Fiona Ivella Harsyaf, S.Psi, M.PSi yang merupakan seorang psikolog.

Quartita Evari Hamdiana menerangkan sosialisasi tentang anak berkebutuhan khusus ini diadakan agar adanya pemahaman dan pencerahan terkait keberadaan ABK di tengah masyarakat.

"Harapan kita semua lapisan masyarakat bisa menerima keberadaan ABK sehingga mereka dapat tumbuh dan berkembang dan berpartisipasi dengan wajar baik secara rohani, jasmani, maupun sosial sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan," ujarnya.

Kepala Dinas DP3AP2KB Kota Payakumbuh, Syahnadel Khairi menilai, anggapan negatif masyarakat yang menilai keberadaan ABK dalam keluarga sebagai sebuah aib, bencana ataupun kutukan mengakibatkan masih banyak orangtua menyembunyikannya keberadaan ABK tersebut.

"Akibatnya anak ABK ini mengalami diskriminasi dan haknya untuk memperoleh pendidikan dan kesehatan sebagaimana anak lain tidak terpenuhi," jelas Syahnadel.

Ia menyebut, perlu dibangun komitmen bersama antara pemangku kepentingan dan masyarakat dalam penanganan anak ABK ini.

"Melalui komitmen bersama itu program atau kegiatan yang dilaksanakan akan berkontribusi pada penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan hak anak ABK," pungkasnya. (*)