Bawaslu Sijunjung Petakan TPS Rawan Pelanggaran Pemilu

"Potensi itu didapatkan dengan menghimpun informasi dari 717 pengawas masing-masing (TPS). Pengawas ini bekerja 23 hari sebelum hari pencoblosan dan berakhir pada 7 hari setelah pencoblosan"
Komisioner Bawaslu Kabupaten Sijunjung (Muhammad Haikal/Klikpositif)

SIJUNJUNG, KLIKPOSITIF -- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sijunjung, sudah memetakan tempat pemungutan suara (TPS) yang rawan terjadi pelanggaran pemilu pada hari pemungutan suara.

Pada hari pemungutan suara tersebut, potensi terjadinya pelanggaran pemilu dengan 2 indikator yakni praktik politik uang dan TPS yang berada di dekat posko peserta pemilu.

"Potensi itu didapatkan dengan menghimpun informasi dari 717 pengawas masing-masing (TPS). Pengawas ini bekerja 23 hari sebelum hari pencoblosan dan berakhir pada 7 hari setelah pencoblosan," kata Ketua Bawaslu Kabupaten Sijunjung, Agus Hutrial Tatul saat Rapat Koordinasi Fasilitasi, Publikasi dan Pengawasan Pemilu 2019 di Wisma Keluarga, Muaro Sijunjung, Sabtu 13 April 2019.

Ia menambahkan, sebenarnya ada 4 variabel dengan 10 indikator yang berpotensi terjadinya pelanggaran. Variabelnya yakni, penggunaan hak pilih atau hilangnya hak pilih, kampanye, netralitas dan pemungutan suara.

Sementara itu, Komisioner Bawaslu Kabupaten Sijunjung, Riky Minarsya menambahkan, untuk potensi praktik pemberian uang atau barang ada 6 TPS yakni, TPS 11 Nagari Lubuk Tarok, Kecamatan Lubuk Tarok dan TPS 1 sampai 5 di Nagari Tampurago, Kecamatan Sumpur Kudus.

Riky menambahkan, indikator selanjutnya, TPS yang berada di posko atau rumah tim kampanye peserta pemilu sebanyak 79 TPS. Potensinya, sambung Riky, akan ada pengerahan massa saat hari penghitungan itu.

"Rinciannya, 22 TPS di kecamatan Kamang Baru, 6 TPS di kecamatan IV Nagari, 14 TPS di Kecamatan Koto VII, 2 TPS di Kecamatan Kupitan, 4 TPS di Kecamatan Lubuk Tarok, 29 TPS di Kecamatan Sijunjung, 2 TPS di Kecamatan Tanjung Gadang," ungkapnya.

"Semua itu baru pemetaan, pemetaan ini ditujukan agar pengawasan lebih ditingkatkan di TPS rawan tersebut, agar tidak terjadi," tuturnya.(*)