Jelang Pencoblosan, KPU Pasbar Minta Masyarakat Melapor Jika Tak Dapat Formulir C-6

"Diminta untuk mendatangi petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) atau Kepala Jorong setempat"
Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah Pasaman Barat, Alharis saat ditemui di ruang kerjanya (KLIKPOSITIF/Irfan Pasaribu)

PASAMAN BARAT, KLIKPOSITIF -- Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pasaman Barat, Alharis mengimbau kepada masyarakat untuk segera melaporkan kepada petugas jika belum menerima formulir C-6 menjelang pemungutan suara Pemilu 2019 pada Rabu 17 April mendatang.

Menurut Alharis, masyarakat yang belum mendapatkan formulir C-6 diharapkan segera mendatangi petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) atau Kepala Jorong setempat.

"Laporan bisa lewat kepala jorong setempat atau bisa kepada petugas KPPS-nya," kata dia kepada KLIKPOSITIF, Minggu (14/4) sore.

Dijelaskan Alharis, Formulir C-6 KWK adalah surat pemberitahuan waktu dan tempat pemungutan suara untuk pemilih. Formulir C-6 diserahkan kepada pemilih oleh KPPS. Jika sampai 16 April pemilih belum menerima formulir itu masyarakat tetap bisa menggunakan hak pilihnya.

Namun harus disertai identitas yang berlaku, seperti KTP Elektronik atau Suket dari dukcapil. Kalau tidak ada KTP-E bisa pakai suket, sebagaimana hasil putusan Mahkamah Konstitusi (MK).

Suket itu adalah bukti rekam data KTP-E yang dikeluarkan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil)," jelas Alharis.

Disamping itu, pemilih juga bisa langsung melakukan cek lokasi tempat dia akan memilih melalui website KPU.

Dengan catatan, jika pemilih tersebut telah masuk dalam data daftar pemilih tetap (DPT) atau sudah masuk data pemilih pindahan (DPTb), maka dia bisa langsung menunjukannya kepada petugas KPPS.

Meskipun formulir C6 bersifat pemberitahuan, namun formulir C-6 tersebut penting bagi pemilih. "Formulir C-6 selambat-lambatnya pada H-1 menjelang 17 April harus selesai diserahkan ketangan pemilih oleh petugas KPPS," tuturnya.

[Irfan Pasaribu]