Sosialisasikan Program KKBPK di Salimpauang, Betti Shadiq: Membangun Keluarga Sejahtera Bukan dengan Banyak Anak, Tapi Melalui Perencanaan

Anggota Komisi IX DPR RI, Betti Shadiq Pasadigue saat mengahadiri sosialisasi program KKBPK yang digelar BKKBN di Nagari Koto Tuo salimpauang, Kecamatan Salimpauang, Tanah Datar, Senin, 13  April 2019.
Anggota Komisi IX DPR RI, Betti Shadiq Pasadigue saat mengahadiri sosialisasi program KKBPK yang digelar BKKBN di Nagari Koto Tuo salimpauang, Kecamatan Salimpauang, Tanah Datar, Senin, 13 April 2019. ()

TANAH DATAR, KLIKPOSITIF - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) terus menggelar Sosialisasi Advokasi dan KIE Program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) Bersama Mitra di Sumbar.

Setelah sosialisasi program KKBPK digelar di Nagari Sumpur, Kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar pada 12 April kemarin, kali ini sosialisasi yang sama, juga digelar di Nagari Koto Tuo Salimpauang, Kecamatan Salimpauang, Kabupaten Tanah Datar.

Dalam sosialisasi yang digelar 13 April 2019 dengan tema "Keterpaduan Program KKBPK Dalam Sektor Pembangunan" itu, lembaga pengendali jumlah pendidikan tersebut, menggandeng anggota Komisi IX DPR RI, Betti Shadiq Pasadigue, selaku pemateri sosialisasi program KKBPK tersebut.

Baca Juga

Kemudian dari BKKBN Sumbar, hadir Kabid Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (KB/KS) BKKBN Sumbar, Madalena, Perwakilan Dinas PMDPKB Kabupaten Tanah Datar, Indra Darmanto, Camat Salimpauang, Abramis Yuri, dan Walinagari Koto Tuo Salimpauang, Bahtiar.

Anggota Komisi IX DPR RI, Betti Shadiq Pasadigue, dalam paparannya menuturkan bahwa sosialisasi program KKBPK ini bertujuan untuk menginformasikan dan mengedukasi masyarakat cara mengurus rumah tangga yang baik melalui berbagai program BKKBN.

"BKKBN ini banyak programnya. Mulai sejak anak masih dalam kandungan, sampai anak tersebut remaja. Untuk dalam kandungan, ada namanya program 100 hari pertama kehidupan. Kemudian jika anak sudah remaja, ada namanya program generasi Remaja yang disingkat GenRe," kata Betti Shadiq.

Untuk program 1000 hari pertama kehidupan, jelas Betti, itu dimulai dari bayi masih dalam kandungan sampai melahirkan dan berusia 2 tahun. Pada masa ini, bayi tersebut harus mendapatkan gizi yang baik dari orangtuanya, supaya menjadi generasi berkualitas di masa yang akan datang.

"Kemudian program GenRe, bertujuan agar remaja dapat menyiapkan kehidupan berkeluarga dalam hal jenjang pendidikan yang terencana, berkarir dalam pekerjaan yang terencana, dan menikah dengan penuh perencanaan sesuai dengan siklus kesehatan reproduksi," ujarnya.

Selain itu, Betti juga menyingung soal istilah banyak anak banyak rezeki. Menurutnya, pemahaman seperti itu harus diubah. "Membangun keluarga sejahtera bukan dengan banyak anak, tapi melalui perencanaan," imbuhnya.

Terkait program GenRe, Kabid Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (KB/KS) BKKBN Sumbar, Madalena. melangatakan bahwa untuk melaksanakan program Genre, BKKBN melakukan kegiatan berupa promosi penundaan usia kawin, sehingga generasi remaja mengutamakan sekolah dan berkarya.

"Usia pernikahan pertama yang diinginkan dalam program GenRe ini minimal adalah 21 tahun, selain itu memberitahu para remaja tentang anatomi sistem reproduksi manusia. Kemudian menyediakan informasi tentang kesehatan reproduksi yang seluas-luasnya," katanya.

Selain program GenRe, BKKBN tambah Madalena, juga punya program Lansia. "Ini artinya, BKKBN tidak hanya memiliki program untuk bayi yang masih dalam kandungan sampai remaja, tapi juga punya program untuk usia lanjut," ujarnya.

Ia berharap, melalui sosialisasi ini, masyarakat semakin paham tujuan dari berbagai program yang ada di BKKBN, dan tentunya, juga diharapkan agar masyarakat dapat mengalikasikan setiap program yang ada di BKKBN dalam kehidupannya sehari-hari.

"Jika masyarakat melaksanakan semua program yang ada di BKKBN, maka bangsa Indonesia akan menjadi bangsa yang sejahtera, karena melalui berbagai program tersebut, akan lahir generasi yang berkualitas yang siap bersaing secara global," ujarnya.(*)

Editor: Riki S