KPU : Belum Dapat Undangan Memilih Bisa Datangi KPPS

"Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumbar menghimbau, bagi masyarakat yang belum mendapatkan C6 (undangan memilih) agar meminta langsung ke panitia KPPS hingga H-1"
Kertas undangan memilih (c6) (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir )

PADANG, KLIKPOSITIF - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumbar menghimbau, bagi masyarakat yang belum mendapatkan C6 (undangan memilih) agar meminta langsung ke panitia KPPS hingga H-1.

"C6 sudah disebar, dan saat ini petugas masih jalan. Jadi, jika ada warga yang belum mendapatkan C6 dapat langsung ke panitia menjemput. Kadang pas petugas datang mengantarkan C6, warga ada yang tidak berada di rumah," jelas Anggota KPU Sumbar Divisi Teknis Izwaryani, Selasa (16/4).

Ia menegaskan, meskipun tidak mendapatkan C6 namun warga dapat tetap memilih dengan membawa e-KTP ke TPS. "Yang penting sudah terdaftar di DPT. Nanti bawa saja e-ktp nya. Tapi sekarang petugas masih jalan menyebarkan c6," ulasnya.

Sementara itu, usaha KPU Sumbar untuk mengajak masyarakat agar memilih dan tidak golput juga disalurkan melalui pemutaran film pemilu yang berjudul "suara April". Film ini ditayangkan langsung di XXI Plaza Andalas, yang dihadiri oleh relawan demokrasi, peserta pemilu, dan para awak media.

Anggota KPU Sumbar Divisi Sosialisasi Gebril Daulay mengatakan, pemutaran film ini bertujuan untuk sosialisasi dan edukasi pemilih yang menghibur. Selain itu, juga diharapkan masyarakat dapat memahami arti penting pemilu dengan fun melalui film.

"Film ini juga tetap bisa digunakan untuk pilgub dan pemilihan walikota di 2020 nanti," ungkapnya.

Film Suara April ini menceritakan tentang bagaimana perjuangan relawan demokrasi, berjuang dalam mengajak masyarakat untuk memahami arti penting menggunakan hak suaranya. Selain itu, dalam film ini juga menceritakan satu sekolah yang hampir ditutup dan yang bisa menyelamatkan adalah pemerintah.

Film karya Emil Heradi dan Wicaksono Wisnu Legowo, yang diperankan oleh Amanda Manopo, Bio one, dan Dewi gita ini juga bertujuan memberikan edukasi berdemokrasi pada masyarakat. (*)