Ini Cerita Korban Banjir Bandang di Situjuah Limapuluh Kota

"Satu rumah yang berada di sekitar aliran air dari Gunung Sago mengalami rusak parah dan tidak dapat ditempati"
Daniwar, korban banjir bandang di Limapuluh Kota (KLIKPOSITIF/Ade Suhendra)

LIMAPULUH KOTA, KLIKPOSITIF -- Banjir bandang terjang beberapa kawasan di Limapuluh Kota, tepatnya di Kenagarian Situjuah Gadang, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Selasa 16 April 2019. Banjir bandang ini mengakibatkan beberapa hektare sawah rusak dan beberapa kolam ikan juga ikut terdampak.

Satu rumah yang berada di sekitar aliran air dari Gunung Sago mengalami rusak parah dan tidak dapat ditempati. Rumah tersebut milik Daniwar (65 tahun), warga Jorong Padang Kuniang, Kenagarian Situjuah Gadang.

Saat terjadi banjir bandang, Daniwar mengaku tengah berada di sekitar rumahnya. Kepada KLIKPOSITIF ia mengatakan sebelum rumahnya diterjang banjir, ia melihat air bah mengalir dan mengakibatkan pohon tumbang arah dari Gunung Sago.

"Saya di depan rumah melihat ke arah Gunung Sago dan melihat pohon tumbang. Untung ada menantu yang menjemput dan mengajak untuk menjauh dari rumah," kata Daniwar di dampingi anaknya Irza (35 tahun).

Ia menjelaskan tidak banyak barang-barang yang bisa diselamatkannya kecuali kompor, padi, dan tv. Selebihnya dikatakannya masih berada di dalam rumah tertimbun lumpur yang terbawa air bah dan menimpa rumahnya.

"Hanya itu saja yang bisa dikeluarkan. Sedangkan surat-surat berharga seperti surat jual beli tanah dan lainnya masih berada di dalam rumah ikut tertimbun bersama lumpur," ujar Daniwar.

Sementara itu, Irza yang merupakan putra Daniwar menambahkan bahwa saat ini kondisi rumah orang tuanya tidak dapat ditempati. Ia bersyukur tadi istrinya cepat datang dan membawa orang tuanya pergi menjauh dari rumah.

"Tadi saya berada di bengkel dan saat hujan deras juga akan pergi ke rumah Amak. Alhamdulillah Amak cepat keluar bersama istri saya yang sedang mampir ke rumah amak. Saat ini Amak sudah di bawa ke rumah saudara dan kakak yang berada dekat sini," kata Irza.

Ia berharap setelah bencana ini rumah orang tuanya dapat diperbaiki kembali. Sehingga orang tuanya dapat kembali ke ... Baca halaman selanjutnya