Kesbangpol Sawahlunto Waspadai Konflik Saat Penghitungan Suara

"Prediksi kami, tingginya keinginan caleg untuk duduk di DPR ditambah dengan biaya yang dikeluarkan juga tinggi kemudian hasil yang didapati tidak sesuai dengan harapan. Ini yang perlu kita wanti-wanti"
Kepala Badan Kesbangpol PBD Kota Sawahlunto (Muhammad Haikal/Klikpositif)

SAWAHLUNTO, KLIKPOSITIF -- Kepala Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Penanggulangan Bencana Daerah (Kesbangpol PBD) Kota Sawahlunto, Adriyusman mengatakan, pihaknya sudah mewanti-wanti konflik yang akan terjadi di Sawahlunto dalam tahapan Pemilu 2019.

Konflik pemilu yang diwaspadai, lanjutnya, diprediksi rentan terjadi saat penghitungan suara. Ia mengaku, sudah memetakan desa dan kelurahan mana saja yang rawan terjadi konflik tersebut. Meskipun dari 37 desa dan kelurahan secara umum dalam situasi tingkat kerawanannya rendah.

"Akan tetapi, memang ada beberapa desa di Kecamatan Talawi dan Silungkang yang perlu kita awasi saat penghitungan nanti," katanya di Sawahlunto, Rabu 17 April 2019.

Adriyusman melanjutkan, konflik yang rentan terjadi pada saat penghitungan suara disebabkan beberapa hal. "Prediksi kami, tingginya keinginan caleg untuk duduk di DPR ditambah dengan biaya yang dikeluarkan juga tinggi kemudian hasil yang didapati tidak sesuai dengan harapan. Ini yang perlu kita wanti-wanti," ungkapnya.

Untuk antisipasi hal tersebut, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, Polres Sawahlunto, Kodim 0310/SSD dan Bawaslu Sawahlunto. "Mudah-mudahan ini tidak seperti yang kita perkirakan semula," tuturnya.

Selain itu, pihaknya optimis partisipasi pemilih di Sawahlunto bisa mencapai 80 persen. "Kita pedoman pada Pilkada 2018 kemarin, tingkat partisipasi pemilih bisa 78 persen dan itu prestasi bagi warga Sawahlunto, karena tertinggi di Sumatera Barat," katanya di rumah Dinas Walikota Sawahlunto, Rabu 17 April 2019.

Ia menambahkan, berbagai sosialisasi untuk menaikkan angka partisipasi pemilih sudah dilakukan. "Kami sudah lakukan sosialisasi jauh sebelum hari H pencoblosan, terakhir kita fokuskan ke pemilih pemula sambil memberikan pendidikan politik," tambahnya.(*)