YMP Luak 50 Siapkan Mubalig Sebagai Corong Program Parenting di Masyarakat

"TFT ini diikuti oleh 30 orang mubalig dari Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota. Kenapa mubalig karena kita lihat mereka adalah sosok yang punya tempat tersendiri di masyarakat. Beliau adalah orang-orang yang didengarkan. Mereka akan jadi corong kita di masyarakat"
Pelaksanaan Training For Trainers (TFT) Parenting, Jumat (19/4). (KLIKPOSITIF/Taufik Hidayat)

PAYAKUMBUH, KLIKPOSITIF -- Sosok mubalig yang selalu memiliki tempat di tengah-tengah masyarakat coba dimaksimalkan Yayasan Minang Peduli (YMP) Luak Limopuluah untuk menyampaikan ilmu pola asuh anak atau parenting ke tengah-tengah masyarakat.

Parenting sendiri merupakan salah satu program kerja YMP Luak Limopuluah untuk tahun ini dan sebagai salah satu upaya untuk mensukseskan program tersebut, YMP menggandeng Pengurus Daerah Muhammadiyah (PMD) Payakumbuh dan Selatour melaksanakan kegiatan Training For Trainers (TFT) Parenting di Panti Asuhan Aisyiah Putri, Padang Leba, Kota Payakumbuh, 19-21 April 2019.

"TFT ini diikuti oleh 30 orang mubalig dari Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota. Kenapa mubalig karena kita lihat mereka adalah sosok yang punya tempat tersendiri di masyarakat. Beliau adalah orang-orang yang didengarkan. Mereka akan jadi corong kita di masyarakat," kata Ketua YMP Luak Limopuluah, Sri Kemala Sari Yunita, Jumat (19/4).

Menurutnya, bulan suci Ramadan yang akan datang dalam waktu dekat ini jadi kesempatan bagi orangtua untuk memberikan pengawalan penuh terhadap anak-anaknya.

"Bulan Ramadan adalan bulan tarbiah. Karena itu kami harapkan para mubalig ini bisa menyampaikan kepada orangtua terkait parenting. Jadi mereka tidak hanya menyampaikan fiqih Ramadan tapi mereka juga bicara bagaimana mendampingi anak dalam menjalankan syariat Allah," lanjut perempuan yang akrab disapa Bunda Ike itu.

Ketua PMD Payakumbuh, Ashril Syamsu menyebut, tujuan dilaksanakannya TFT terhadap 30 orang mubalig ini adalah untuk memberikan mereka pengetahuan lebih terkait hak dan kewajiban orangtua terhadap anak, sehingga nanti bisa mereka sampaikan ke tengah-tengah masyarakat.

"Apalagi sekarang kita lihat orangtua susah mengontrol anak karena menjamur gadged dan smartphone, sehingga anak seringkali susah membagi waktu," jelasnya.

Menurutnya, mubalig yang senantiasa berkecimpung di tengah-tengah ... Baca halaman selanjutnya