Gubernur Sumbar Minta Dinkes Program Kematian Ibu dan Bayi Dianggarkan

"Selain dianggarkan dalam APBD, Dinas Kesehatan dapat bersinergi dengan Persatuan Dokter Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Sumbar. Sehingga angka kematian ibu dan bayi bisa ditekan"
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir )

PADANG, KLIKPOSITIF - Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno mengintruksikan Kepala Dinas Kesehatan Sumbar Merry Yuliesday agar menganggarkan dana untuk program dalam menurunkan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) daerah itu.

"Sesuai dengan misi kami dalam pada RPJM 2016-2021 yang ke tiga yaitu meningkatkan sumber daya manusia yang sehat, cerdas, beriman, berkarakter dan berkualitas tinggi," ujarnya, Minggu, 21 April 2019.

Selain dianggarkan dalam APBD, Dinas Kesehatan dapat bersinergi dengan Persatuan Dokter Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Sumbar. Sehingga angka kematian ibu dan bayi bisa ditekan.

“Kita berharap dengan target pemerintah dapat terus menurunkan AKI/AKB, salah satunya dapat dicapai melalui kerja sama lintas sektor dengan berbagai bidang kesehatan,” kata Irwan.

Lanjut gubernur menegaskan, perlu kerja sama yang sinergis antara Puskesmas, Posyandu, Dokter Spesialis Anak serta Dokter Ahli Kebidanan dan Penyakit Kandungan.

"Semuanya diharapkan dapat berperan aktif dalam mendukung program pemerintah tersebut melalui pelayanan kesehatan yang betul-betul profesional," sebutnya.

Sementara itu Ketua POGI Sumbar, Firman Abdullah mengatakan, taraf kesehatan perempuan Indonesia masih memprihatinkan seperti tingginya angka kesakitan dan angka kematian ibu.

Berdasarkan persentase secara nasional, kebijakan lebih khusus keberpihakannya terhadap penanganan kesehatan perempuan belum maksimal. Seperti menekan tingginya kasus ibu melahirkan dan kematian bayi.

"Kita sadari, bahwa kesehatan perempuan merupakan kondisi yang mutlak harus diperhatikan, karena dari perempuan yang sehat akan lahir generasi mendatang yang sehat, sehingga mampu menjadi tumpuan harapan bangsa Indonesia," katanya. (*)