Ledakan Beruntun Terjadi saat Paskah di Sri Lanka, 49 Orang Meninggal

"Tercatat 49 orang meninggal dan 200 orang luka-luka"
Ledakan di Sri Lanka (net)

KLIPOSITIF -- Suasana ibadah Paskah di Sri Lanka dikejutkan dengan insiden enam ledakan berantai di Sri Lanka, Minggu (21/4) hari ini. Ledakan itu terjadi di tiga gereja dan dua kali di sebuah hotel mewah di kawasan Clombo. Lalu satu ledakan lain berada di tempat lain di negara itu.

Melansir laman India Today, hingga saat ini sudah ada 49 orang korban tewas. Sementara tak kurang dari 200 orang dikabarkan mengalami luka-luka. Ledakan di gereja terjadi saat jemaah gereja di Sri Lanka bagian timur itu tengah melakukan ibadah Paskah.

Menteri Luar Negeri Sushma Swaraj melalui akun Twitternya menyatakan bahwa pemerintah India sedang memantau secara intens pascaledakan yang terjadi. Ledakan dilaporkan terjadi sekitar pukul 08.45 pagi waktu setempat.

Di mana saat itu, tengah berlangsung misa dan kebaktian Paskah sebagaimana disampaikan juru bocara kepolisian Sri Lanka, Ruwan Gunasekera.

Ledakan itu terjadi di Gereja Katolik St Anthony di Kochchikade, Kotahena kemudian di Gereja St Sebastian, dan satu gereja lain di wilayah sekitar itu.

Sementara, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) memastikan tidak ada Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban ledakan bom pada Hari Paskah di tiga gereja dan tiga hotel mewah Sri Lanka.

"Serangkaian ledakan di Kolombo tidak ada Korban WNI," kata Direktur Perlindungan WNI Kemenlu, Lalu Muhammad Iqbal seperti melalui keterangan tertulisnya, Minggu (21/4).

Iqbal menerangkan, ledakan yang terjadi pukul 9.00 itu terjadi di beberapa gereja dan hotel bintang lima di Kolombo, termasuk Hotel Shangri La.

WNI berinisial KW, kata Iqbal tengah berada di Hotel Shangri La saat ledkan terjadi. Namun kata dia, KW dalam keadaan selamat dan sudah dievakuasi oleh aparat keamanan Sri Lanka.

"Saat terjadinya ledakan, seorang WNI berinisial KW sedang berada di Hotel Shangri La, namun KBRI Kolombo sudah ... Baca halaman selanjutnya