Pemkab Solsel Targetkan Peningkatan Tenaga Kerja Terampil Usia Poduktif

Ilustrasi
Ilustrasi (net)

KLIKPOSITIF - Pemerintah Kabupaten Solok Selatan , Sumatera Barat bekerjasama dengan Balai Latihan Kerja (BLK) pada 2019 meningkatkan pelatihan tenaga kerja terampil bagi masyarakat usia produktif guna mengurangi pengangguran dan meningkatkan perekonomian.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Solok Selatan Basrial didampingi Kepala Seksi Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Tenaga Kerja Seven Dovitra, di Padang Aro, Kamis (3/1), mengatakan, pada 2019 ada 32 paket pelatihan tenaga kerja bagi masyarakat usia produktif dengan berbagai keterampilan dan jumlah ini meningkat dibandingkan 2018 yang hanya 21 paket.

baca juga: ini Syarat Salat Idul Fitri Berjamaah di Solsel

"Pelatihan tenaga kerja terampil pada 2018 hanya 21 paket dan 2019 naik menjadi 32 paket supaya pengangguran usia produktif bisa berkurang lebih cepat," katanya.

Selain itu, dikutip dari Antara Sumbar, pada 2019 pemerintah setempat juga mengirimkan 19 orang tenaga kerja usia produktif untuk mengikuti pelatihan di Bandung dan Bekasi.

baca juga: Polda Sumbar Tangkap 3 Penambang Emas Ilegal di Solsel, Kabid Humas: Pelaku Utama DPO

"Bagi pencari kerja yang ingin pelatihan di Bandung dan Bekasi bisa kami fasilitasi. Mereka bisa langsung datang ke Disnakertrans untuk mendaftar dan ikuti seleksi," ujarnya.

Dia mengatakan, pelatihan tenaga kerja terampil 2019 dana bersumber dari APBN sebanyak 25 paket dan APBD tujuh paket pelatihan.

baca juga: Ketua Komisi II DPRD Minta Dinsos Solsel Segera Salurkan Bantuan dari Perusahaan

Sedangkan pada 2018 pelatihan dari APBN 19 paket dan APBD dua paket dan setiap paket pelatihan berisikan 16 peserta.

Untuk pelatihan tenaga kerja terampil 2019 berupa keterapilan menjahit, las, tata boga, tekhnologi informasi komputer, otomotif sepeda motor dan mobiler.

baca juga: DPD Golkar Solsel Salurkan Ribuan Nasi Kotak dan Takjil bagi Masyarakat

Sedangkan pelatihan melalui APBD pada 2019 yaitu menjahit dua paket, tata boga, otomitif sepeda motor, pelatihan calon anggota Polri, workshop pemagangan dalam negeri masing-masing satu paket, dengan dana Rp500 juta.[Adv]

Penulis: Khadijah