Patah Tulang, Siswa SMPN 2 Bukittinggi Ikuti UNBK Diantar Mobil Ambulance

"Siswa ini ikuti UNBK dengan menggunakan brankar"
M.Farhan Faiz saat dijemput mobil ambulance usai mengikuti UNBK, Senin (22/04/2019) (KLIKPOSITIF/Haswandi)

BUKITTINGGI, KLIKPOSITIF -- Mengalami patah tulang pada kaki bagian kanan, seorang siswa di SMP Negeri 2 Bukittinggi-Sumbar terpaksa mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) menggunakan brankar, Senin 22 April 2019.

Siswa itu bernama M.Farhan Faiz. Ia merupakan korban tabrak lari pada Sabtu 13 April 2019 yang lalu dan sempat menjalani operasi. Walau tak bisa berjalan dengan normal, M.Farhan tetap penuh semangat mengikuti ujian, meski harus gunakan ambulance untuk pergi ke sekolah. 

Selama ujian, pihak keluarga memastikan jika M.Farhan akan pergi dan pulang sekolah menggunakan mobil ambulance, karena mobil biasa tidak memungkinkan untuk membawa M.Farhan.

Menurut Kepala SMP Negeri 2 Bukittinggi, Masrinal, pihak sekolah telah memberikan solusi kepada keluarga untuk tidak memaksakan M.Farhan mengikuti UNBK pada hari ini, karena bisa mengikuti ujian susulan pada Akhir April 2019 mendatang. Namun M.Farhan sendiri yang meminta untuk tetap mengikuti ujian bersama rekan-rekannya.

"Meski sakit, tapi M.Farhan tetap belajar di rumah bersama guru privat. Kepada keluarganya, M.Farhan meminta untuk tetap mengikuti ujian sesuai jadwal. Karena keinginannya yang kuat, maka kami dari sekolah mengizinkan M.Farhan untuk mengikuti Ujian UNBK," jelas Masrinal.

Masrinal melanjutkan, untuk hari pertama lokasi ujian M.Farhan berada di lantai dua, karena peserta UNBK tidak bisa dipindahkan begitu saja. Untuk diketahui, masing-masing peserta ujian telah ditetapkan komputernya yang disinkronkan dengan server UNBK.

"Untuk ujian besok, kami telah kerahkan teknisi untuk memindahkan komputer M.Farhan ke lantai satu, sehingga besok bisa mengikuti ujian di lantai satu. Jadi tidak harus repot-repot ke lantai dua," jelasnya.

Masrinal menambahkan, ujian pertama di lingkungan sekolahnya berjalan lancar, yang diikuti sebanyak 360 peserta. (*)