Terdapat Selisih 2 Surat Suara Dari Jumlah Pemilih, TPS di Sawahlunto Ini Harus Lakukan PSU

"Alasan yang mendasari dilakukan PSU, karena saat penghitungan ditemukan selisih 2 surat suara di kotak suara dari jumlah pemilih yang mencoblos"
Ketua KPU Kota Sawahlunto Fadhlan Armey (Muhammad Haikal/Klikpositif)

SAWAHLUNTO, KLIKPOSITIF -- Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Sawahlunto Fadhlan Armey mengatakan, hasil rapat pleno yang dilakukan oleh pihaknya, menetapkan pemungutan suara ulang (PSU) di tempat pemungutan suara (TPS) 11 Muaro Kalaban.

"Rapat pleno pada 21 April 2019 lalu, kami menetapkan untuk dilakukan PSU di TPS tersebut. PSU hanya dilakukan untuk pemilihan presiden," katanya di Sawahlunto, Selasa 23 April 2019.

Fadhlan menambahkan, PSU dilakukan setelah menerima rekomendasi dari Bawaslu Kota Sawahlunto. "Alasan yang mendasari dilakukan PSU, karena saat penghitungan ditemukan selisih 2 surat suara di kotak suara dari jumlah pemilih yang mencoblos," jelasnya.

"PSU akan dilaksanakan pada 27 April 2019 mendatang. Untuk logistik yang diperlukan kami sudah berkoordinasi dengan KPU Provinsi," sambungnya.

Sementara itu, untuk pelaksanaan PSU sendiri, KPU sudah berkoordinasi dengan pihak Pemerintah Kota Sawahlunto, Bawaslu dan Kepolisian.

"Dalam pelaksanaan PSU nanti, kami berkoordinasi dengan pihak terkait, mulai dari sosialisasi akan dilaksanakan PSU hingga keringanan saat hari PSU, seperti bagi pegawai atau karyawan yang bekerja maupun pelajar untuk diberikan dispensasi," tuturnya.

Diketahui, di TPS tersebut, terdapat jumlah pemilih di daftar pemilih tetap (DPT) sebanyak 237, kemudian di daftar pemilih tambahan (DPTb) 6 pemilih dan di daftar pemilih khusus (DPK) 2 pemilih. Sementara yang menggunakan hak pilihnya sebanyak 197 pemilih.(*)