3 Tahun Gerakan Nagari Madani di Agam, Baru Satu Nagari Berada di Level 5

Sekda Agam memberikan sambutan
Sekda Agam memberikan sambutan (AMC)

AGAM , KLIKPOSITIF -- Bupati Agam , diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten Agam , Martias Wanto Dt Maruhun, buka secara resmi Bimtek Tenaga Assesment Gerakan Nagari Madani . Bimtek diikuti asesor dan tim monitoring assesment pelaksanaan Gerakan Nagari Madani , di Hotel Sakura Syari'ah Lubuk Basung, Selasa sampai Kamis 23 april-25 April 2019.

Kegiatan yang digelar Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Nagari (DPMN) ini, dihadiri kepala OPD, Camat se- Agam dan 94 peserta bimtek.

baca juga: Jalan Alternatif Padang-Bukittinggi Via Malalak Sudah Bisa Dilewati Kendaraan

Sekda menyambut baik dilaksanakan kegiatan tersebut, karena sangat diperlukan untuk berikan pemahaman yang konkrit tentang Nagari Madani .

Gerakan Nagari Madani bukan hanya kerja pemerintah nagari saja, tapi juga peran semua elemen baik instansi kecamatan, OPD teknis maupun tenaga assesment.

baca juga: Satgas Bencana BUMN Sumbar Salurkan Bantuan Penanganan COVID-19 kepada Pemkab Agam

"Kita berharap bimtek tidak saja membahas tentang teknis assesment, lebih dari itu seyogyanya melahirkan terobosan inovatif dan kesepakatan formulasi," ujarnya.

Dikatakan, ada tiga aspek peran pemerintah nagari dalam mewujudkan Nagari Madani seperti, mengatur masyarakat dengan menerapkan aturan berlaku, mewujudkan pemerintahan nagari yang kuat, memberikan ruang lebih kepada tokoh adat dan agama.

baca juga: Ini Hasil Labor 50 Warga Agam yang Lakukan Tes Swab, 14 Lainnya Masih Menunggu

Sehingga pemerintah nagari yang kuat sangat diharapkan di tengah pergeseran tatanan sosial, sebagai akibat benturan budaya lokal dengan budaya baru yang bisa memutus akar kesejarahan dan sendi khas kehidupan lokal.

"Perubahan budaya yang terjadi justru banyak bersifat merusak seperti, melemahkan tatanan hubungan kekeluargaan dalam masyarakat, gaya hidup individualistik dan pelanggaran atas norma agama, adat serta perilaku yang dahulu dianggap tabu jadi hal biasa," katanya.

baca juga: Ini Kondisi Terkini Longsor di Tanjung Sani Agam

Mengatasi berbagai permasalahan itu, menurut sekda ada beberapa strategi prioritas seperti, sinkronisasi kelembagaan, optimalisasi dana desa, penguatan kelembagaan, menjadi pemerintah multifungsi, peningkatan pendapatan asli nagari dan swadaya masyarakat, perencanaan yang komprehensif, mewujudkan kehidupan masyarakat berdasarkan ABS-SBK, pemilihan yang demokratis, peningkatan kualitas SDM aparatur.

"Strategi prioritas ini secara konkrit diimplementasikan Pemkab Agam melalui Gerakan Nagari Madani yang dilaksanakan sejak 2017," sebutnya.

Memasuki tahun ke-3 penerapannya sudah ada 1 nagari yang mencapai level 5 (level tertinggi dalam aplikasi gerakan Nagari Madani ) yaitu Nagari Sungai Pua. Namun, masih banyak lagi nagari yang berada pada level 2 dan 3.

Hasil assesment nagari madani 2018 untuk level 1 sebanyak 4 nagari, level 2 sebanyak 43 nagari, level 3 sebanyak 21 nagari, level 4 sebanyak 13 nagari dan level 5 sebanyak 1 nagari.

"Secara keseluruhan masih banyak capaian indikator instrumen nagari Madani yang belum memenuhi target. Diharapkan, khususnya indikator dalam kriteria yaitu peran lembaga dan organisasi masyarakat, merupakan kriteria yang terlemah di nagari," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala DPMN Agam , Teddy Marta menyebutkan, Bimtek digelar untuk berikan pemahaman kepada tenaga assesment tentang Nagari Madani dan siapa saja yang terlibat serta bagaimana teknis mengevaluasi, menganalisa informasi dan berikan rekomendasi pada pihak terkait.

Dikatakan, ada beberapa materi yang akan dibahas dalam kegiatan itu, diantaranya kode etik asesor dan teknis assesment serta pemahaman atas instrumen pengukuran nagari madani .

"Peserta bimtek berjumlah 94 orang dengan rincian 60 asesor utusan kecamatan, 16 pejabat eselon IV mewakili 15 OPD teknis, 16 pejabat eselon IV dari kecamatan dan 2 tenaga ahli dari P3MD Agam ," jelasnya.

Dalam hal ini, bertindak sebagai fasilitator adalah Wakil Bupati Agam , Trinda Farhan Satria Dt Tumangguang Putiah dan dosen Teknik Industri Unand, Henmai. (rel)

Penulis: Rezka Delpiera